Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sri Lanka Terapkan Penjatahan BBM Mingguan, Tenaga Medis Keluhkan Jatah Terbatas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Sri Lanka Terapkan Penjatahan BBM Mingguan, Tenaga Medis Keluhkan Jatah Terbatas
Foto: Pemandangan malam Port City Colombo di Sri Lanka pada 11 Januari 2025. Sri Lanka merupakan negara kepulauan di Asia Selatan yang terletak di Samudra Hindia dan dipisahkan dari Semenanjung India oleh Selat Palk (sumber: Xinhua/Ajith Perera)

Pantau - Pemerintah Sri Lanka memberlakukan sistem penjatahan bahan bakar mingguan untuk kendaraan mulai Minggu, 15 Maret 2026, guna mengantisipasi krisis pasokan minyak global dan mencegah panic buying.

Kebijakan Penjatahan dan Sistem QR

Kebijakan ini mewajibkan seluruh pemilik kendaraan memiliki kode QR sebagai syarat pembelian bahan bakar di SPBU.

Pemerintah menetapkan jatah mingguan, yakni mobil 15 liter, sepeda motor 5 liter, kendaraan beroda tiga 15 liter, dan bus 60 liter.

Warga tidak dapat membeli bahan bakar tanpa kode QR yang sah dan diwajibkan mendaftarkan kendaraan melalui situs resmi pemerintah.

Media lokal Daily Mirror melaporkan kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penimbunan serta memastikan distribusi bahan bakar yang adil di tengah keterbatasan stok.

Pada hari pertama penerapan, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU akibat proses verifikasi sistem baru.

Pemerintah menyebut stok bensin saat ini cukup untuk 27 hari dan diesel untuk 33 hari.

Kekhawatiran Tenaga Medis dan Dampak Regional

Asosiasi petugas medis pemerintah Sri Lanka (GMOA) menyampaikan keberatan terhadap kebijakan tersebut.

Mereka menilai jatah 15 liter per pekan tidak mencukupi kebutuhan dokter yang memiliki mobilitas tinggi untuk bekerja dan menangani keadaan darurat.

"GMOA menilai jatah tersebut tidak memadai untuk operasional tenaga medis," demikian disampaikan perwakilan asosiasi.

Banyak tenaga medis diketahui tinggal jauh dari tempat kerja dan bekerja dalam sistem siaga.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan listrik tetap stabil karena cadangan bahan bakar untuk pembangkit listrik masih mencukupi.

Pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya juga digunakan untuk menjaga kestabilan energi nasional.

Sri Lanka saat ini meningkatkan diplomasi energi dengan India, Rusia, dan China guna menambah pasokan bahan bakar.

Sementara itu di Malaysia, pelaku industri pariwisata meminta subsidi bahan bakar sementara akibat kenaikan harga BBM yang meningkatkan biaya operasional.

Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan skema bekerja dan belajar dari rumah sebagai langkah antisipasi krisis energi.

Kebijakan ini diharapkan menjaga aktivitas ekonomi dasar tetap berjalan di tengah tekanan pasokan energi global.

Penulis :
Shila Glorya