
Pantau - PBB meningkatkan bantuan kemanusiaan di Lebanon di tengah serangan Israel yang menewaskan ratusan orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan peningkatan bantuan berupa makanan, tempat penampungan, air, layanan kesehatan, dan dukungan nutrisi bagi warga terdampak di Lebanon pada Rabu (18/3).
OCHA mengungkapkan bahwa hingga malam sebelumnya sebanyak 912 orang tewas dan lebih dari 2.200 lainnya terluka akibat serangan Israel.
"Semalam hingga dini hari, serangan Israel di pusat Beirut dilaporkan menyebabkan korban tambahan," ungkap OCHA.
Serangan tersebut juga menyebabkan sebuah gedung bertingkat di kawasan Bashoura runtuh serta menghantam permukiman di Zoqaq al-Blat dan Basta.
Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi, termasuk sekitar 367.000 anak-anak.
Serangan dan Dampaknya terhadap Infrastruktur
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menginstruksikan warga sipil untuk mengungsi ke wilayah utara Sungai Zahrani setelah sebelumnya mengeluarkan perintah serupa di Kota Tyre dan sekitarnya.
OCHA menyebut serangan terhadap layanan kesehatan masih terus terjadi di berbagai wilayah.
"Serangan-serangan terhadap layanan kesehatan terus berlanjut," kata OCHA.
Otoritas setempat melaporkan tiga rumah sakit pemerintah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.
Upaya Bantuan Kemanusiaan Ditingkatkan
Badan Pengungsi PBB bersama mitra telah mendistribusikan ribuan kasur, selimut, alas tidur, lampu tenaga surya, dan perlengkapan lainnya ke lokasi penampungan.
UNICEF turut menyalurkan ribuan perlengkapan kebersihan termasuk kebutuhan khusus perempuan serta ratusan ribu liter air bersih.
Sebanyak lebih dari 350.000 liter bahan bakar juga disediakan untuk menjaga operasional layanan air bagi masyarakat terdampak.
Dalam sektor gizi, bantuan nutrisi selama satu bulan telah disalurkan kepada hampir 8.000 anak di bawah lima tahun, remaja putri, serta ibu hamil dan menyusui.
- Penulis :
- Aditya Yohan







