Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

CISFED Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas terhadap Agresi AS-Israel ke Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CISFED Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas terhadap Agresi AS-Israel ke Iran
Foto: (Sumber : Kepala Center for Islamic Studies in Finance, Economics and Development (CISFED) Farouk Abdullah Alwyni. ANTARA/HO-CISFED..

Pantau - CISFED meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dan aktif dalam merespons agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Ketua Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) Farouk Abdullah Alwyni menyatakan Indonesia perlu berperan dalam menghentikan eskalasi konflik yang dinilai melanggar hukum internasional.

"Eskalasi yang terus dilakukan menunjukkan pola agresi yang tidak dapat lagi ditoleransi oleh komunitas internasional," ujarnya di Jakarta, Kamis.

Farouk menilai tindakan militer tersebut bukan sekadar dinamika geopolitik, melainkan bentuk penggunaan kekuatan sepihak yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara.

Ia menegaskan Indonesia tidak dapat bersikap pasif dalam situasi tersebut dan perlu menunjukkan posisi yang tegas sesuai prinsip politik luar negeri.

Desakan Langkah Strategis Pemerintah

Farouk meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil sejumlah langkah konkret dalam merespons konflik tersebut.

Ia mendorong pemerintah untuk mengingatkan Amerika Serikat bahwa penggunaan kekuatan militer tanpa dasar hukum merupakan pelanggaran prinsip hukum internasional.

Selain itu, Indonesia juga diminta menyampaikan kecaman tegas terhadap Israel tanpa ambiguitas.

"Langkah ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi moral dan arah politik luar negeri Indonesia," kata Farouk.

Dorongan Peran Global Indonesia

CISFED juga meminta pemerintah mengurangi ketergantungan geopolitik dan geoekonomi terhadap Amerika Serikat melalui penguatan kerja sama dengan negara berkembang dan negara Muslim.

Farouk menilai Indonesia dapat memanfaatkan opini publik di Amerika Serikat yang tidak sepenuhnya mendukung keterlibatan militer negaranya.

"Hal ini dinilai dapat menjadi peluang untuk meningkatkan tekanan moral dan diplomatik internasional," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong tatanan dunia multipolar yang lebih adil serta peran Indonesia sebagai bridge builder dalam memfasilitasi dialog antarnegara di kawasan.

"Sudah saatnya Indonesia menunjukkan kepemimpinannya, bukan sekadar sebagai pengamat, tetapi sebagai aktor aktif yang berpihak pada keadilan," ucapnya.

Penulis :
Aditya Yohan