Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

IMF Peringatkan Operasi Militer AS dan Israel ke Iran Picu Lonjakan Inflasi Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IMF Peringatkan Operasi Militer AS dan Israel ke Iran Picu Lonjakan Inflasi Global
Foto: (Sumber : Ilustrasi penyerbuan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. (ANTARA/Anadolu/py))

Pantau - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berisiko mendorong inflasi global jika konflik berlangsung berkepanjangan.

Dampak Konflik terhadap Harga Energi

Juru bicara IMF Julie Kozack menyatakan bahwa kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang dapat memicu inflasi di berbagai negara.

“Jika berkepanjangan, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan inflasi utama,” ungkap Kozack dalam pengarahan pers.

IMF menghitung bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dalam jangka panjang dapat meningkatkan inflasi global sebesar 40 basis poin serta menurunkan output global sebesar 0,1 hingga 0,2 persen.

Eskalasi Konflik dan Gangguan Pasokan Minyak

Konflik bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk Teheran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sehingga memperparah ketegangan.

Eskalasi tersebut berdampak pada terhentinya secara de facto lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Gangguan di Selat Hormuz memicu hambatan ekspor dan produksi minyak dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Sebagai langkah menekan harga minyak, AS memberikan pengecualian sanksi atas pembelian minyak Rusia oleh India untuk pengiriman sebelum 5 Maret serta memperluasnya pada pengiriman sejak 12 Maret.

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan energi di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global.

Penulis :
Aditya Yohan