Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Evakuasi Lebih dari 50.000 Warga dari Timur Tengah di Tengah Memanasnya Konflik Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Evakuasi Lebih dari 50.000 Warga dari Timur Tengah di Tengah Memanasnya Konflik Iran
Foto: (Sumber : Warga menghadiri unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu (7/3/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.)

Pantau - Amerika Serikat mengevakuasi lebih dari 50.000 warganya dari kawasan Timur Tengah sejak 28 Februari 2026 menyusul meningkatnya konflik dengan Iran.

Evakuasi Besar-besaran Warga AS

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan perjalanan dan keamanan bagi puluhan ribu warganya.

“Satuan tugas Departemen Luar Negeri telah memberikan panduan keamanan dan bantuan perjalanan kepada 50.000 warga AS serta mengoperasikan lebih dari 60 penerbangan carter. Sejak 28 Februari, lebih dari 70.000 warga Amerika telah kembali dengan selamat dari Timur Tengah,” ungkapnya.

Evakuasi dilakukan melalui puluhan penerbangan carter yang disiapkan pemerintah AS di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Dipicu Eskalasi Konflik AS-Israel dan Iran

Langkah evakuasi ini dipicu oleh serangan militer AS dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari.

Serangan tersebut menimbulkan kerusakan besar serta korban sipil, termasuk tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan target militer AS di kawasan Timur Tengah.

AS dan Israel menyatakan serangan dilakukan untuk menghadapi ancaman program nuklir Iran, meski kemudian mengindikasikan keinginan perubahan kekuasaan di negara tersebut.

Situasi ini memicu eskalasi konflik yang berdampak luas terhadap keamanan kawasan dan keselamatan warga sipil.

Penulis :
Ahmad Yusuf