Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jet Tempur F-35 AS Diduga Ditembak Iran hingga Lakukan Pendaratan Darurat di Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jet Tempur F-35 AS Diduga Ditembak Iran hingga Lakukan Pendaratan Darurat di Timur Tengah
Foto: (Sumber : WASHINGTON, 20 Maret (Xinhua) -- Sebuah jet tempur F-35 milik Amerika Serikat (AS) terpaksa melakukan pendaratan darurat pada Kamis (19/3) di pangkalan militer AS di Timur Tengah setelah terkena tembakan yang diduga berasal dari Iran, demikian menurut laporan CNN yang mengutip dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut..)

Pantau - Sebuah jet tempur F-35 milik Amerika Serikat terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer di Timur Tengah setelah diduga terkena tembakan dari Iran saat menjalankan misi tempur.

Kronologi Insiden di Tengah Konflik

Insiden terjadi pada Kamis (19/3) ketika pesawat tersebut tengah menjalankan misi di wilayah Iran.

Laporan CNN menyebutkan ini menjadi pertama kalinya Iran berhasil mengenai pesawat tempur AS sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Tim Hawkins mengatakan pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

"Pesawat berhasil mendarat dengan selamat, dan pilot berada dalam kondisi stabil," ujarnya.

Ia menambahkan insiden tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Dampak dan Situasi Konflik Memanas

Jet tempur F-35 diketahui digunakan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam operasi militer terhadap Iran dengan nilai mencapai lebih dari 100 juta dolar AS per unit.

Di sisi lain, Menteri Perang AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan sistem pertahanan udara Iran telah dilumpuhkan.

Namun Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine menyebut Iran masih memiliki sebagian kemampuan untuk menyerang aset AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah serangan Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran yang memicu kerusakan fasilitas energi dan lonjakan harga minyak serta gas global.

Informasi tambahan menyebutkan konflik yang terus memanas berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Penulis :
Ahmad Yusuf