Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump dan Xi Jinping Dijadwalkan Bertemu di Beijing, Bahas Perdagangan hingga Isu Taiwan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Trump dan Xi Jinping Dijadwalkan Bertemu di Beijing, Bahas Perdagangan hingga Isu Taiwan
Foto: Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjalan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) saat pertemuan di Busan, Korea Selatan 30/10/2025 (sumber: Xinhua/Huang Jingwen)

Pantau - Gedung Putih mengumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei dalam kunjungan resmi yang telah lama ditunggu-tunggu.

Kunjungan ini menjadi perjalanan pertama Trump ke China sejak kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025 setelah sebelumnya sempat dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April namun ditunda.

Penundaan terjadi karena Trump memilih tetap berada di Amerika Serikat untuk fokus pada konflik militer yang baru dimulai dengan Iran.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan jadwal baru tersebut dalam konferensi pers dan memastikan persiapan kunjungan sedang berlangsung.

Trump juga mengonfirmasi rencana tersebut melalui media sosial dengan menyatakan, "Perwakilan kami sedang menyelesaikan persiapan untuk kunjungan bersejarah ini. Saya sangat menantikan untuk menghabiskan waktu bersama Presiden Xi dalam apa yang saya yakin akan menjadi peristiwa yang monumental," tulis Trump.

Fokus Pertemuan dan Hubungan Bilateral

Pertemuan antara kedua pemimpin negara besar ini akan membahas sejumlah isu strategis termasuk perdagangan dan isu Taiwan.

Selain itu, China diharapkan meningkatkan pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat yang dinilai penting bagi Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Sebelumnya pada Oktober 2025 kedua negara menyepakati gencatan satu tahun dalam perang dagang yang turut mendorong stabilitas hubungan bilateral.

Trump menyatakan telah terjadi kemajuan dalam hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan China sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.

Dampak Konflik Iran dan Agenda Diplomatik

Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan operasi militer terhadap Iran akan berlangsung sekitar empat hingga enam minggu.

Leavitt menyampaikan, "Jadi, Anda bisa menghitungnya. Saya tahu Presiden Donald Trump berharap dapat pergi ke China pada 14 dan 15 Mei," ujar Leavitt saat menjawab kemungkinan konflik selesai sebelum pertengahan Mei.

Selain kunjungan ke Beijing, Trump dan istrinya Melania juga berencana menjamu Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan dalam kunjungan balasan di Washington tahun ini.

Namun, tanggal pasti kunjungan balasan tersebut masih akan diumumkan kemudian oleh pihak Gedung Putih.

Penulis :
Leon Weldrick