
Pantau - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyampaikan kekhawatiran atas serangan militer di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, Iran, yang berpotensi memicu insiden radiasi berskala besar.
Risiko Kebocoran Radiasi
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi memperingatkan bahwa kerusakan pada fasilitas nuklir tersebut dapat menyebabkan kebocoran radiasi yang berdampak luas, tidak hanya di Iran tetapi juga kawasan sekitarnya.
IAEA pun mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri secara maksimal guna mencegah eskalasi yang dapat membahayakan keselamatan global.
Serangan Berulang di Sekitar Fasilitas
Laporan menyebutkan serangan terbaru terjadi pada Selasa malam di sekitar area PLTN Bushehr. Sebelumnya, serangan drone juga dilaporkan terjadi pada 17 Maret, meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Pihak Organisasi Energi Atom Iran menyatakan bahwa pembangkit tetap beroperasi normal dan tidak ada kerusakan pada fasilitas maupun staf.
Konflik yang Terus Memanas
Ketegangan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke sejumlah wilayah dan aset militer di Timur Tengah.
Situasi ini memperbesar kekhawatiran internasional, terutama terkait potensi dampak serius jika konflik menyentuh fasilitas nuklir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








