
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran berlangsung lebih cepat dari jadwal awal meskipun konflik telah memasuki pekan keempat tanpa tanda berakhir.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan di Gedung Putih pada Kamis (26/3), dengan menyebut bahwa target awal operasi diperkirakan berlangsung selama empat hingga enam pekan.
Ia mengungkapkan, "Jika Anda melihat apa yang telah kami lakukan dalam hal penghancuran negara itu, maksud saya, kami jauh lebih cepat. Setelah 26 hari berjalan, kami benar-benar jauh lebih cepat dari jadwal."
Klaim Percepatan dan Bantahan Diplomasi
Trump juga membantah laporan yang menyebut dirinya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Ia justru menyatakan bahwa Iran yang lebih dulu menginginkan negosiasi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
"Mereka memohon agar bisa mencapai kesepakatan," ujarnya.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump telah memberi tahu para sekutunya bahwa ia menginginkan perang ini berakhir dalam beberapa pekan ke depan.
Dampak Global dan Upaya Penyelesaian
Sementara itu, laporan CNN menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah mengupayakan pertemuan di Pakistan pada akhir pekan guna membahas jalan keluar konflik.
Diketahui, Amerika Serikat bersama Israel memulai serangan udara besar-besaran terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.
Serangan tersebut berdampak pada terganggunya pengiriman global, lonjakan harga minyak, serta mengguncang perekonomian dunia.
Sebagai informasi tambahan, konflik ini juga memicu ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








