Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Malaysia Pastikan Kapal Tanker Bisa Lintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Malaysia Pastikan Kapal Tanker Bisa Lintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker minyak Malaysia akan diizinkan melintasi Selat Hormuz setelah mendapat persetujuan dari Iran, Jumat (27/03).

Izin Diberikan di Tengah Ketegangan Kawasan

Anwar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin yang diberikan bagi kapal tanker Malaysia.

Ia mengungkapkan, "Sekarang kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang."

Namun, ia menegaskan proses tersebut tidak mudah mengingat situasi geopolitik yang masih memanas.

Ia mengatakan, "Namun, ini tidak mudah karena Iran merasa telah berkali-kali ditipu dan sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa perjanjian yang mengikat dan jaminan keamanan."

Dampak Konflik Meluas dan Ganggu Pasar Global

Anwar juga menyoroti dampak konflik yang meluas hingga ke Lebanon, di mana lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Ia menegaskan akar konflik di Palestina dan Gaza yang belum terselesaikan turut memperburuk situasi kawasan.

Malaysia, menurutnya, akan terus berperan aktif dalam mendorong perdamaian serta mengambil sikap terhadap ketidakadilan global.

Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis distribusi sekitar 20 juta barel minyak per hari sebelumnya mengalami gangguan sejak awal Maret.

Gangguan tersebut menyebabkan kenaikan biaya pengiriman serta memicu lonjakan harga minyak dunia.

Konflik meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, yang kemudian dibalas Iran melalui serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah.

Situasi tersebut turut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf