
Pantau - Lebih dari satu juta warga Iran dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan serangan darat Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat, Jumat (27/03).
Ketegangan Memuncak Usai Rencana Operasi Darat
Media Iran melaporkan mobilisasi besar-besaran dilakukan setelah muncul informasi rencana operasi darat oleh pasukan Amerika Serikat.
Laporan tersebut diperkuat oleh pemberitaan media Amerika Serikat yang menyebut operasi darat sedang dipersiapkan dan dapat segera dimulai.
Menanggapi hal itu, media militer Iran menyampaikan peringatan melalui platform X.
Mereka menyatakan, "Kepada semua prajurit Amerika! Kami harap kalian telah diberi tahu bahwa #IRAN adalah tempat di mana para pejuang Palestina, Lebanon, Irak dan Yaman melatih kemampuan tempur darat secara sangat profesional!"
Mereka menambahkan, "Selamat datang di Iran, kawan!"
Konflik Meluas dan Picu Reaksi Global
Eskalasi konflik bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menewaskan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Serangan tersebut juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama operasi militer.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Pemerintah Rusia juga menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan di kawasan.
Konflik yang terus memanas ini berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan meningkatkan kekhawatiran akan perang terbuka skala besar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








