
Pantau - Kementerian Pertahanan membenarkan dua prajurit TNI kembali gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3).
Kronologi Insiden dan Kondisi Korban
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan dua prajurit tersebut gugur dalam insiden yang terjadi di wilayah penugasan UNIFIL.
"Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur. Sementara, dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut," ungkapnya.
Ia menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel TNI yang bertugas di Lebanon.
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban," ujarnya.
Dengan tambahan dua korban tersebut, total prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon kini menjadi tiga orang.
Serangan Artileri dan Proses Pemulangan Jenazah
Sebelumnya, prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, Minggu (29/3).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan jenazah korban saat ini masih dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia.
"Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," jelasnya.
Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah prajurit lain mengalami luka, baik berat maupun ringan, di tengah meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan









