Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia dan Lebanon Kompak Kutuk Serangan yang Tewaskan Prajurit UNIFIL Asal RI di Lebanon Selatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia dan Lebanon Kompak Kutuk Serangan yang Tewaskan Prajurit UNIFIL Asal RI di Lebanon Selatan
Foto: (Sumber : Arsip foto - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho.)

Pantau - Indonesia dan Lebanon mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan yang menewaskan satu prajurit TNI asal Indonesia dan melukai tiga lainnya.

Menlu RI dan Lebanon Sepakat Kutuk Serangan

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan kecaman tersebut saat melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi pada Senin (30/3).

“Kami mengutuk keras serangan tersebut dan menekankan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya setiap saat, sesuai dengan hukum internasional,” tulis Sugiono.

Ia menegaskan kedua negara sepakat menjaga koordinasi erat serta mendukung langkah-langkah untuk meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.

Sementara itu, Menlu Lebanon Youssef Raggi juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit Indonesia.

“Saya mengutuk keras serangan tersebut dan memuji pengorbanan kontingen Indonesia serta upaya berkelanjutan mereka," ungkap Raggi.

Kronologi Serangan dan Korban

Insiden terjadi pada Minggu (29/3) di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan akibat tembakan artileri.

Prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur dalam peristiwa tersebut.

Tiga prajurit lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka dan telah dievakuasi ke fasilitas medis.

Praka Rico yang mengalami luka berat dirujuk ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.

Data PBB mencatat sebanyak 756 personel Indonesia tergabung dalam misi UNIFIL per Januari 2026.

Indonesia juga mendorong langkah lanjutan termasuk upaya internasional untuk menyelidiki insiden tersebut dan memastikan perlindungan pasukan penjaga perdamaian.

Penulis :
Aditya Yohan