
Pantau - Pemerintah Spanyol menegaskan penolakan terhadap permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terkait konflik dengan Iran, yang disampaikan pada Senin, 30 Maret, di Oviedo.
Penolakan Tegas dan Pembatasan Menyeluruh
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh penerbangan Amerika Serikat yang terlibat dalam operasi terkait konflik, termasuk pesawat yang berbasis di negara ketiga seperti Inggris dan Prancis.
Sumber militer Spanyol kepada media El Pais menyebutkan aturan ini diterapkan secara luas untuk semua penerbangan yang berhubungan dengan konflik tersebut.
Rencana Amerika Serikat untuk menempatkan pesawat pengebom strategis seperti B-52 Stratofortress dan B-1 Lancer di pangkalan Spanyol bagian selatan akhirnya dibatalkan.
Pembatalan itu terjadi setelah pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan mendukung operasi militer tanpa dasar hukum internasional.
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan, "Semua orang tahu posisi Spanyol. Penggunaan pangkalan-pangkalan tidak diizinkan dan tentu saja, penggunaan wilayah udara Spanyol tidak diizinkan untuk tindakan terkait dengan perang di Iran."
Pemerintah Spanyol tetap memberikan pengecualian terbatas bagi penerbangan dalam kondisi darurat.
Pesawat masih diizinkan melintas atau mendarat jika benar-benar diperlukan dalam situasi darurat.
Kekhawatiran Eskalasi dan Dampak Ekonomi
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyatakan kebijakan ini bertujuan menghindari peningkatan ketegangan di Timur Tengah.
Ia mengungkapkan, "Setiap saat, kami bisa melihat eksodus migran dari Iran menuju Eropa."
Albares menilai situasi saat ini lebih mengkhawatirkan dibandingkan satu bulan sebelumnya karena kondisi militer yang semakin serius.
Pemerintah Spanyol juga khawatir konflik dapat berkembang menjadi perang berkepanjangan.
Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo menegaskan keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu muncul di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol.
Cuerpo mengatakan, "Hubungan ekonomi tetap sama persis seperti sebelum konflik."
Ia menambahkan, "Perusahaan-perusahaan Spanyol terus beroperasi, seperti halnya perusahaan Prancis, Jerman, dan Italia."
Cuerpo menjelaskan bahwa hubungan perdagangan diatur di tingkat Uni Eropa.
Pemerintah Spanyol justru berupaya memperkuat kehadiran ekonominya di Amerika Serikat dengan rencana membuka kantor baru di Boston dan Houston.
Ia menegaskan bahwa kebijakan terkait wilayah udara bukan didasarkan pada faktor ekonomi, melainkan sikap Spanyol terhadap keterlibatan dalam perang sepihak yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional.
- Penulis :
- Arian Mesa









