Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.041 per Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Konflik Timur Tengah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.041 per Dolar AS Akibat Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Konflik Timur Tengah
Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta (sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa melemah 39 poin atau 0,23 persen ke level Rp17.041 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.002 per dolar AS seiring lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Kenaikan Harga Minyak Picu Tekanan Rupiah

Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan tajam harga minyak mentah global, baik jenis Brent maupun West Texas Intermediate (WTI).

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan, "Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global dan sejumlah besar kapal tanker gas alam cair, telah mendorong harga Brent berjangka naik 59 persen sejauh ini pada bulan Maret, kenaikan bulanan tertinggi yang pernah ada. Sementara WTI naik 58 persen bulan ini, yang tertinggi sejak Mei 2020," ungkapnya.

Kenaikan harga minyak dipicu oleh penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika jalur tersebut tidak segera dibuka kembali.

Iran sebelumnya menolak proposal perdamaian dari Amerika Serikat dan menyebutnya "tidak realistis".

Konflik turut dipicu oleh serangan rudal terbaru terhadap Israel yang memperburuk situasi kawasan.

Ancaman Gangguan Jalur Energi Global

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mempertimbangkan langkah untuk memblokir Selat Bab al-Mandeb yang merupakan jalur strategis penghubung Laut Merah dan Samudra Hindia.

Langkah tersebut berpotensi mendorong harga minyak dunia semakin tinggi serta mengganggu distribusi energi global.

Kelompok Houthi bahkan menyatakan dapat menaikkan harga minyak hingga 200 dolar AS per barel serta mengancam akan menekan perekonomian Eropa.

Ketegangan di kawasan tersebut dinilai berisiko besar terhadap stabilitas perdagangan global dan pasokan energi dunia.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat melemah ke level Rp16.999 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.993 per dolar AS.

Penulis :
Arian Mesa