
Pantau - Kementerian Sosial menyiapkan skema penebalan bantuan sosial sebagai stimulus ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan miskin di tengah isu penyesuaian harga bahan bakar minyak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa keputusan final terkait skema tersebut masih menunggu rapat khusus yang melibatkan sejumlah kementerian terkait.
Ia mengatakan, "Ya kita tunggu aja dulu ya. Nanti itu kan dirapatkan secara khusus, dan Kementerian Sosial tentu akan menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh Presiden melalui kementerian-kementerian yang telah ditunjuk untuk itu."
Skema Penebalan dan Perluasan Disiapkan
Kementerian Sosial memastikan kesiapan untuk menyesuaikan skema bantuan stimulus ekonomi bidang sosial sesuai arahan Presiden.
Skema yang disiapkan mencakup dua kemungkinan utama dalam implementasinya.
Kemungkinan pertama adalah penebalan bantuan berupa penambahan nilai bantuan bagi keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar.
Kemungkinan kedua adalah perluasan jumlah penerima manfaat berdasarkan data reguler yang tersedia.
Potensi Lonjakan Penerima Manfaat
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah penerima manfaat dapat meningkat signifikan dalam situasi penyesuaian kebijakan ekonomi.
Jumlah penerima manfaat berpotensi naik dari sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat menjadi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat tergantung hasil rapat koordinasi tingkat menteri.
Bantuan sosial diposisikan sebagai instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Bantuan sosial juga berfungsi menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga yang dinilai berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyatakan, “Pertimbangannya adalah menjaga daya beli masyarakat dalam kerangka peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tugas Kementerian Sosial sekarang adalah mempersiapkan skema penyaluran dan pemutakhiran data penerima manfaatnya.”
- Penulis :
- Shila Glorya









