
Pantau - Tanker minyak milik Kuwait bernama Al Salmi diserang drone Iran saat berada di area jangkar pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.10 waktu setempat atau 03.10 WIB.
Kronologi Serangan dan Dampaknya
Kapal yang tengah membawa muatan penuh minyak mentah tersebut mengalami kerusakan material pada bagian lambung akibat serangan.
Kebakaran sempat terjadi di atas kapal setelah drone menghantam badan tanker.
Kuwait Petroleum Corporation menyatakan, "Kami mengantisipasi potensi kebocoran minyak ke perairan sekitar," ungkapnya.
Kantor Media Dubai memastikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Seluruh awak kapal yang berjumlah 24 orang dilaporkan selamat.
Otoritas Dubai menyebut tim penanggulangan berhasil mengendalikan situasi dengan cepat.
Pemeriksaan lanjutan memastikan tidak ditemukan adanya tumpahan minyak di lokasi kejadian.
Ketegangan Regional dan Dampak Global
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah termasuk Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Serangan balasan itu menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan.
Setelah kabar serangan terhadap tanker Al Salmi, harga minyak dunia langsung mengalami kenaikan signifikan.
Harga minyak berjangka di New York Mercantile Exchange naik lebih dari 3 persen menjadi 106,05 dolar AS per barel.
Minyak mentah Brent juga naik 2,57 persen menjadi 115,35 dolar AS per barel.
- Penulis :
- Shila Glorya
- Editor :
- Shila Glorya









