
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan dampak serius jika Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr diserang, yang disebut dapat memicu bencana radiasi besar di kawasan Teluk.
Ia menegaskan bahwa dampak radiasi justru akan lebih menghancurkan negara-negara Arab di kawasan Gulf Cooperation Council dibandingkan Iran sendiri.
"Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC bukan Teheran," kata Araghchi.
Serangan terhadap fasilitas nuklir Bushehr dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang menyebabkan korban jiwa termasuk seorang karyawan.
Iran menyebut fasilitas tersebut telah diserang sebanyak empat kali dalam eskalasi konflik terbaru.
Serangan Meluas ke Fasilitas Nuklir Lain
Selain Bushehr, Iran juga melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir lainnya.
Fasilitas Natanz, Khondab, dan Ardakan disebut turut menjadi target dalam rangkaian serangan tersebut.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan-serangan itu.
Araghchi membandingkan situasi ini dengan respons negara Barat terhadap konflik di PLTN Zaporizhzhia di Ukraina.
Eskalasi Konflik Picu Ancaman Regional
Ketegangan meningkat sejak akhir Februari dengan serangan balasan dari kedua pihak yang terus berlanjut.
Serangan sebelumnya dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pernyataan ini menegaskan potensi dampak luas konflik yang dapat mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan.
- Penulis :
- Gerry Eka









