
Pantau - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara atas insiden drone yang sempat memasuki wilayah Korut dalam rapat kabinet pada Senin, 6 April 2026.
Lee menegaskan bahwa drone tersebut tidak berkaitan dengan Pemerintah Korea Selatan meskipun tetap memicu ketegangan militer di kawasan perbatasan.
Ia mengungkapkan, "Drone tersebut tidak berkaitan dengan Pemerintah Korea Selatan," saat menjelaskan posisi resmi pemerintah dalam rapat tersebut.
Lee menyatakan sebagai presiden ia tetap bertanggung jawab secara moral dan menyampaikan penyesalan atas situasi yang terjadi.
Ia menyebut insiden itu sebagai akibat dari tindakan tidak bertanggung jawab dan ceroboh oleh sejumlah pihak.
Langkah Pemerintah dan Penguatan Pengawasan
Lee memerintahkan kementerian terkait untuk segera memperbaiki sistem pengawasan dan pencegahan guna mengantisipasi insiden serupa.
Ia juga meminta langkah tegas diterapkan agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Lee menegaskan, "Konstitusi dan undang-undang Korea Selatan melarang tindakan provokatif secara pribadi terhadap Korea Utara," sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat.
Ia menyayangkan masih adanya individu yang melakukan tindakan provokatif yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan.
Dampak pada Warga dan Upaya Menjaga Perdamaian
Presiden Korea Selatan turut menyampaikan simpati mendalam kepada warga yang tinggal di wilayah perbatasan antar-Korea.
Ia menyebut warga perbatasan sebagai pihak yang paling terdampak oleh meningkatnya kekhawatiran akibat insiden tersebut.
Lee menekankan pentingnya kesadaran publik bahwa perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea merupakan prioritas utama.
Ia mengatakan, "Perdamaian harus dijaga oleh rakyat Korea Selatan sendiri," sebagai seruan untuk menjaga stabilitas kawasan.
Peristiwa ini menjadi pertama kalinya seorang presiden Korea Selatan menyampaikan penyesalan sejak insiden drone tersebut terungkap.
Sebelumnya, Menteri Unifikasi Chung Dong-young telah lebih dulu menyampaikan penyesalan resmi pada Februari terkait penerbangan drone sipil tanpa izin ke wilayah Korea Utara.
- Penulis :
- Shila Glorya









