
Pantau - Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri berharap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi momentum penting untuk mendorong dialog dan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Harapan Dialog dan Deeskalasi
Abdulla menyampaikan negara-negara Teluk bersama Yordania terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
"Kami terus menyerukan deeskalasi, gencatan senjata, serta penyelesaian melalui jalur diplomatik. Kami tidak ingin melihat eskalasi. Oleh karenanya, kami berharap ini menjadi momentum yang tepat untuk mendorong dialog," katanya.
Ia berharap masa gencatan senjata selama 14 hari dapat dimanfaatkan kedua pihak untuk mencapai hasil positif.
"Kami berharap dalam dua pekan ke depan tercapai hasil positif yang mampu memperkuat stabilitas sekaligus membuka jalan menuju kemakmuran bagi negara-negara kami," ujarnya.
Kekhawatiran Dampak Ekonomi dan Kemanusiaan
Abdulla juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas rantai pasok dan perdagangan global agar tidak terganggu oleh konflik.
"Kami juga tidak ingin melihat adanya gangguan terhadap jalur perdagangan, rantai pasok, maupun kenaikan harga, karena kami tidak ingin melihat gangguan lebih lanjut," katanya.
Ia menilai konflik hanya akan membawa dampak buruk, termasuk korban jiwa, gangguan ekonomi, serta terhambatnya mobilitas masyarakat.
"Kita telah menyaksikan korban luka, korban jiwa, hilangnya mata pencaharian, serta masyarakat yang tertahan dan tidak dapat melakukan perjalanan. Kami ingin melihat adanya arah yang jelas menuju solusi, sehingga mobilitas dapat kembali normal dan komoditas serta kebutuhan lainnya dapat kembali didistribusikan ke wilayah tujuan," katanya.
UEA bersama negara-negara kawasan berharap momentum gencatan senjata dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








