
Pantau - Iran menegaskan akan mencegah kapal perang melintasi Selat Hormuz di tengah berlangsungnya negosiasi dengan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi terdampak oleh ketegangan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.
Mereka menyatakan, "Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas. Angkatan Laut IRGC saat ini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas dengan kondisi tertentu,".
IRGC juga membantah laporan mengenai kapal perang Amerika Serikat yang disebut telah melintasi Selat Hormuz.
Iran memantau pergerakan kapal perusak AS yang berangkat dari pelabuhan Fujairah menuju Selat Hormuz dan melaporkan seluruh aktivitasnya kepada delegasi di Islamabad.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak Amerika Serikat melalui perantara Pakistan.
Iran disebut telah memberikan peringatan keras bahwa kapal tersebut akan menjadi sasaran serangan dalam waktu 30 menit jika tetap melanjutkan perjalanan.
Ketegangan ini dinilai dapat mempengaruhi proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang sedang berlangsung di Islamabad.
Pembicaraan dimulai setelah adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dan hingga kini telah berlangsung lebih dari delapan jam.
Salah satu isu utama dalam negosiasi adalah terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan global.
Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf dengan anggota Abbas Araghchi, Ali Akbar Ahmadian, dan Abdolnaser Hemmati.
Sementara delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh J D Vance bersama Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia yang sering menjadi titik ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
- Penulis :
- Gerry Eka









