
Pantau - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum menghasilkan kesepakatan dengan isu Selat Hormuz sebagai hambatan utama dalam negosiasi yang berlangsung di Pakistan.
Wakil Presiden AS J D Vance menyatakan kembali ke negaranya tanpa membawa hasil kesepakatan setelah perundingan berlanjut hingga hari kedua.
Media Iran menyebut perbedaan pandangan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor utama kebuntuan.
Seorang pejabat Iran menyatakan status Selat Hormuz tidak akan berubah tanpa adanya "kerangka bersama" dalam negosiasi.
Pihak Iran juga menilai tuntutan Amerika Serikat terlalu berlebihan sehingga menghambat proses perundingan.
Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah mengguncang pasar global dan memicu lonjakan harga energi dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut sehingga gangguan di kawasan ini berdampak luas.
Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk menjamin kelancaran pelayaran.
Sementara itu, militer AS mengklaim telah mengirim kapal untuk operasi pembersihan ranjau di wilayah tersebut, namun klaim ini dibantah oleh Iran.
Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf dengan anggota Abbas Araghchi.
Delegasi Amerika Serikat turut melibatkan Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Gencatan senjata dua minggu sebelumnya dinilai masih rapuh dan belum mencakup konflik lain di kawasan seperti serangan di Lebanon.
- Penulis :
- Gerry Eka









