
Pantau - Pengamat hubungan internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menilai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat tercapai apabila keamanan dan kedaulatan Iran dijamin.
Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah kedua pihak gagal menjembatani perbedaan kepentingan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, "Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tetapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, sehingga pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan."
Perundingan tersebut digelar setelah adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance.
Setelah melalui perundingan panjang, delegasi Amerika Serikat kembali tanpa hasil.
Andrea menyatakan kesepakatan hanya bisa dicapai jika Iran mendapatkan jaminan keamanan.
"Jadi, titik tengahnya dicapai, ya, kalau Iran mendapatkan jaminan keamanan dan kedaulatan," ujarnya.
Ia menilai kegagalan perundingan mencerminkan perbedaan pendekatan politik yang mendalam antara kedua negara.
"Jadi, ini bukan sekadar soal teknisnya, jadi melainkan refleksi dari ketidakmampuan kedua pihak untuk keluar dari logika zero sum deal," katanya.
Salah satu isu utama dalam perundingan adalah Selat Hormuz yang menjadi kepentingan strategis Amerika Serikat.
Andrea menilai Amerika Serikat seharusnya menjamin keterbukaan jalur perdagangan tersebut sesuai hukum internasional.
Ia mengusulkan solusi berupa pengawasan bersama dalam kerangka internasional.
"Solusi realistisnya adalah joint monitoring dengan payung internasional. Jadi, bukan dominasi sepihak. Amerika ingin dominasi. Mereka dengan sengaja kasih statement melalui Presiden Trump bahwa mereka yang berhak menarik tarif. Ini kan hal yang benar-benar melanggar prinsip kedaulatan dan logika," ujarnya.
Sebelumnya, kedua negara diketahui telah mencapai kesepahaman pada beberapa isu, namun perbedaan pada dua hingga tiga isu penting menghambat tercapainya kesepakatan final.
- Penulis :
- Gerry Eka








