HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tegaskan Pertahankan Hak di Tengah Mandeknya Perundingan dengan AS

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Tegaskan Pertahankan Hak di Tengah Mandeknya Perundingan dengan AS
Foto: (Sumber: Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan negaranya akan tetap mempertahankan hak-haknya setelah perundingan dengan Amerika Serikat berakhir tanpa kesepakatan di Islamabad, Pakistan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai serangkaian negosiasi yang dilakukan melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan.

Namun, perbedaan utama antara kedua pihak masih belum terselesaikan.

Kedua delegasi akhirnya meninggalkan Islamabad tanpa terobosan signifikan.

Perundingan ini dimediasi oleh pemerintah Pakistan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari.

Mohammad Reza Aref menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai kekuatan utama negara.

Ia juga menegaskan Iran akan tetap mempertahankan kepentingan strategisnya, termasuk di Selat Hormuz.

Ia mengatakan, "Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,".

Meski demikian, Iran menyatakan tetap membuka jalur diplomatik dalam menyelesaikan konflik.

Konflik tersebut melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Gencatan senjata selama dua pekan menjadi dasar berlangsungnya perundingan.

Namun, kondisi gencatan senjata dinilai masih rapuh dan memerlukan upaya diplomatik lanjutan.

Situasi ini menunjukkan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan.

Penulis :
Gerry Eka