
Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk membahas isu strategis seperti keamanan energi, perdagangan, dan konflik Timur Tengah dalam kunjungan resmi Albanese ke Malaysia pada 15 hingga 17 April 2026.
Kunjungan tersebut akan mencapai puncaknya pada 16 April 2026 saat Albanese disambut melalui upacara resmi di Kompleks Perdana Putra, Putrajaya, sebelum kedua pemimpin menggelar pertemuan terbatas.
Albanese akan didampingi Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong serta sejumlah pejabat senior pemerintah dalam rangkaian kunjungan tersebut.
"Perdana Menteri Albanese akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri serta para pejabat senior pemerintah," ungkap pernyataan resmi terkait agenda kunjungan tersebut.
Fokus Kerja Sama Energi dan Isu Global
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin akan membahas kerja sama di bidang keamanan energi, perdagangan dan investasi, energi terbarukan, serta pengembangan teknologi hijau.
Selain isu bilateral, konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap krisis energi global juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan.
Implikasi krisis energi global terhadap Malaysia dan Australia akan turut dikaji sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi kedua negara.
"Dalam konteks ini, kedua pemimpin diharapkan akan meningkatkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan memastikan kelangsungan jalur perdagangan global serta rantai pasok energi yang penting bagi kesejahteraan rakyat mereka," ia mengungkapkan.
Penguatan Kemitraan dan Kerja Sama Ekonomi
Kedua negara juga akan menyaksikan pertukaran nota kesepahaman terkait Kemitraan Strategis Daging Merah Halal yang melibatkan Departemen Kemajuan Islam Malaysia dan Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia.
Sebagai bagian dari kunjungan, jamuan makan siang resmi akan digelar di Kompleks Seri Perdana untuk menghormati Albanese.
Australia tercatat sebagai salah satu mitra dagang penting bagi Malaysia, dengan total perdagangan bilateral pada 2025 mencapai 78,63 miliar ringgit atau sekitar Rp314 triliun.
Nilai ekspor Malaysia tercatat sebesar 48,64 miliar ringgit, sementara impor mencapai 29,99 miliar ringgit, menjadikan kedua negara sebagai mitra dagang terbesar ke-12 satu sama lain.
Hubungan Malaysia dan Australia sendiri telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif sejak 2021 yang mencakup pilar kemakmuran ekonomi, masyarakat dan teknologi, serta pertahanan dan keamanan regional.
- Penulis :
- Arian Mesa








