HOME  ⁄  Geopolitik

Pertemuan Raja Charles III dan Donald Trump Digelar Tanpa Kamera untuk Hindari Insiden Diplomatik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertemuan Raja Charles III dan Donald Trump Digelar Tanpa Kamera untuk Hindari Insiden Diplomatik
Foto: Arsip - Pangeran Charles dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Istana Buckingham, London, Inggris, Senin 3/6/2019 (sumber: Victoria Jones/Pool via REUTERS)

Pantau - Pemerintah Inggris meminta agar pertemuan antara Raja Charles III dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilakukan tanpa kehadiran kamera guna menghindari potensi insiden diplomatik di depan publik.

Antisipasi Insiden Diplomatik

Permintaan tersebut dilaporkan oleh The Guardian dengan merujuk pada kekhawatiran atas interaksi terbuka yang dapat memicu ketegangan.

Langkah ini diambil setelah insiden pada 28 Februari 2025 ketika Donald Trump secara terbuka mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pertemuan di Gedung Putih terkait kerja sama pengembangan sumber daya mineral Ukraina.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden AS J.D. Vance juga melontarkan kritik keras dengan menyebut Zelensky sebagai "juru kampanye Partai Demokrat yang tidak tahu berterima kasih", ungkapnya.

Gedung Putih dilaporkan telah menyetujui bahwa pertemuan antara Raja Charles III dan Trump berlangsung tanpa kamera untuk sesi diskusi utama.

Meski demikian, Raja Charles III tetap dijadwalkan tampil di depan kamera pada awal pertemuan bilateral sebelum diskusi tertutup dimulai.

Pendampingan dan Agenda Kunjungan

Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper akan mendampingi Raja Charles III dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari praktik standar dalam kunjungan kenegaraan.

Cooper sebelumnya juga mendampingi Raja dalam berbagai perjalanan diplomatik, termasuk kunjungan ke Vatikan.

Salah satu sumber menyatakan "Dia (Menlu Cooper) siap bertindak sebagai tameng manusia bagi raja jika Trump mulai mengkritik (Perdana Menteri Inggris Kier) Starmer atau Inggris secara umum, seperti yang cenderung dilakukannya", ungkapnya.

Meski demikian, Cooper diperkirakan tetap mengandalkan kemampuan diplomasi Raja Charles III dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Raja Charles III telah tiba di Amerika Serikat untuk kunjungan resmi dengan agenda utama pada Selasa menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS.

Pidato tersebut menjadi yang pertama sejak 1991 oleh anggota keluarga kerajaan Inggris, ketika Ratu Elizabeth II menjadi anggota pertama yang berpidato di hadapan parlemen AS.

Penulis :
Leon Weldrick