HOME  ⁄  Nasional

Ibas Perkuat Diplomasi Parlemen di Korea Selatan, Dorong Kerja Sama Strategis dan Pertukaran Budaya

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ibas Perkuat Diplomasi Parlemen di Korea Selatan, Dorong Kerja Sama Strategis dan Pertukaran Budaya
Foto: Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, melaksanakan pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia (sumber: MPR)

Pantau - Edhie Baskoro Yudhoyono melaksanakan pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan Lee Hack-young dan anggota parlemen lainnya untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut turut didampingi perwakilan Kedutaan Besar RI di Korea Selatan serta anggota MPR RI dan DPR RI sebagai bagian dari upaya mempererat kerja sama parlemen.

Ibas menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat parlemen Korea Selatan dan menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, termasuk kunjungan Ketua Parlemen Korea Selatan Woo Won-shik ke Indonesia.

Ia menyatakan, "Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan strategis."

Penguatan Hubungan Strategis dan Diplomasi Parlemen

Ibas menekankan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki peran penting sebagai anggota G20 dan APEC dengan hubungan yang telah terjalin lebih dari lima dekade berlandaskan saling menghormati dan kepercayaan.

Kerja sama kedua negara terus berkembang sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertahanan.

Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan hubungan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Lee Jae-myung.

Dalam kesempatan itu, Ibas memperkenalkan delegasi lintas komisi yang membidangi luar negeri, pertahanan, ekonomi, energi, dan industri kreatif.

Ia menegaskan bahwa kedua negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi, yakni Indonesia dengan sumber daya alam dan demografi serta Korea Selatan dengan teknologi dan inovasi.

Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya bersifat government to government tetapi juga mencakup business, parlemen, dan people-to-people contact.

Ia menyatakan, "Kolaborasi bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang budaya dan koneksi antarmanusia."

Fokus Kerja Sama dan Dukungan Korea Selatan

Ibas juga menyinggung pengaruh budaya Korea di Indonesia seperti K-pop dan drama Autumn in My Heart serta Crash Landing on You.

Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk mempromosikan budaya nasional seperti batik, kuliner, dan seni tradisional ke Korea Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Ibas menyampaikan tiga fokus utama ke depan yaitu penguatan diplomasi parlemen, kerja sama sektor strategis seperti ekonomi hijau dan transformasi digital, serta peningkatan pertukaran budaya dan generasi muda.

Delegasi Indonesia turut menyerahkan cendera mata berupa batik dan tenun sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan, "Kami yakin, bersama-sama Indonesia dan Korea Selatan dapat membangun kemitraan yang lebih kuat, berdampak, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Gamsahamnida. Terima kasih."

Dari pihak Korea Selatan, Lee Hack-young mengapresiasi peran aktif Ibas dalam diplomasi parlemen dan menegaskan kedua negara telah membangun kerja sama erat selama lebih dari lima dekade.

Ia mendukung penguatan kerja sama ekonomi melalui Indonesia-Korea CEPA dengan target peningkatan perdagangan dari sekitar 20 miliar dolar AS menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS.

Korea Selatan juga mengapresiasi peran Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dan mitra strategis di kawasan.

Lee turut mendorong peningkatan kerja sama di sektor energi, industri, teknologi tinggi, dan investasi.

Ketua Persahabatan Parlemen Korea–Indonesia Kim Gihyeon menyampaikan bahwa hubungan kedua negara akan semakin mendalam serta berharap adanya dukungan lebih besar bagi pengusaha Korea yang berinvestasi di Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick