HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Kaji Ulang Subsidi Motor Listrik, Besaran Insentif Masih Dibahas

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Kaji Ulang Subsidi Motor Listrik, Besaran Insentif Masih Dibahas
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa 28/4/2026 (sumber: ANTARA/Bayu Saputra)

Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pemerintah masih mengkaji kelanjutan program subsidi sepeda motor listrik, termasuk besaran insentif dan skema penyalurannya.

Kajian Subsidi Masih Berlangsung

Agus menjelaskan hingga saat ini besaran subsidi belum diputuskan karena masih dibahas oleh tim teknis lintas kementerian.

Ia mengungkapkan, "Belum diumumkan saya kira, masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa nanti kita bahas antara tim teknis."

Terkait usulan subsidi Rp5 juta per unit yang sebelumnya disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Agus menegaskan angka tersebut belum final dan masih menunggu keputusan resmi pemerintah.

Ia mengatakan, "Iya tunggu PMK-nya, kalau nanti Rp5 juta (per unit), ya saya kira akan menuju posisi yang bagus ya."

Strategi Energi dan Target Kendaraan Listrik

Agus menilai kebijakan subsidi motor listrik tidak hanya berkaitan dengan target penurunan emisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menjelaskan, "Pengurangan-pengurangan dari kebutuhan BBM yang harus kita impor menjadi penting. Jadi angka Rp5 juta (per unit) itu saya kira angka yang cukup baik."

Menurutnya, dinamika geopolitik global menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Agus juga membuka peluang adanya subsidi untuk mobil listrik di masa depan sebagai bagian dari target jangka panjang pemerintah.

Ia menyampaikan, "Semua nanti akan berbasis electric vehicle. Karena apa? Karena sekali lagi, dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan (krisis) Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan, dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi. Jadi ketahanan energi itu mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM."

Sebelumnya, Purbaya mengusulkan agar program insentif motor listrik mulai diberlakukan pada tahun ini dengan target awal sekitar 6 juta unit sepeda motor.

Kajian awal pemerintah mengarah pada subsidi sekitar Rp5 juta per unit, namun besaran tersebut masih berpotensi berubah seiring proses finalisasi kebijakan yang masih berlangsung.

Penulis :
Leon Weldrick