HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Bersiap Ajukan Perpanjangan Operasi Militer AS terhadap Iran Jelang Batas 60 Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Bersiap Ajukan Perpanjangan Operasi Militer AS terhadap Iran Jelang Batas 60 Hari
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, tak lama setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner pada 25 April 2026. (ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan akan mengajukan perpanjangan operasi militer terhadap Iran kepada Kongres menjelang batas waktu 60 hari tanpa persetujuan legislatif.

Hal tersebut disampaikan mantan Wakil Presiden Eurasia Center, Letnan Kolonel Purnawirawan Angkatan Darat AS Earl Rasmussen terkait langkah yang kemungkinan diambil Trump.

"Trump berada dalam situasi tanpa pilihan menguntungkan, tetapi berusaha mencari jalan keluar. Ia kemungkinan akan meminta perpanjangan tambahan," kata Rasmussen.

Tekanan Batas Waktu dan Opsi Politik

Operasi militer AS terhadap Iran akan mencapai 60 hari pada 1 Mei sejak pemberitahuan resmi kepada Kongres.

Berdasarkan War Powers Resolution, presiden AS wajib memperoleh persetujuan Kongres untuk melanjutkan operasi militer setelah periode tersebut atau menarik pasukan dengan opsi tambahan 30 hari melalui pemberitahuan tertulis.

Rasmussen menilai keputusan yang dihadapi Trump tidak mudah karena masing-masing opsi memiliki konsekuensi politik dan keamanan.

"Jika Trump menarik pasukan, itu tidak akan terlihat baik secara politik. Ia mungkin akan melanjutkan ancamannya, tetapi hasilnya kemungkinan lebih buruk," ujarnya.

Latar Belakang Konflik dan Eskalasi

Konflik bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.

Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada awal April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Sejak 13 April, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade terhadap lalu lintas laut menuju dan keluar dari pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Rasmussen turut menyerukan agar konflik dihentikan dan menyebut keputusan menyerang Iran sebagai langkah keliru meskipun terdapat dorongan dari sekutu dan elite politik.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan