
Pantau - Konglomerat menjadi cita-cita Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih muda. Ia ingin membagi-bagikan hartanya untuk orang tidak mampu sebanyak-banyaknya.
Hanya itu misi Ahok jika menjadi konglomerat. Cita-cita Ahok 'dipatahkan' sang ayah. Jika memang benar niat Ahok untuk membantu banyak orang.
"Coba kalau kamu jadi bupati, bapak saya bilang. Kamu bisa membuat semua orang memiliki penghasilan seperti itu," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Panggil Saya BTP, Jumat (8/7/2022).
Ahok diberi penjelasan lebih lanjut soal konsep membantu orang lebih banyak dengan menjadi pejabat. Ahok diminta membayangkan jika memiliki uang Rp1 miliar.
Kala itu di daerah asal Ahok, upah minimum sekitar Rp400 ribu. Sementara Ahok jika baik hati siap membagi-bagikan setiap orang lebih tinggi dari upah minimum, yakni Rp500 ribu. Sementara uang itu hanya bisa dibagikan kepada 2000 orang padahal terdapat total 7000 orang di kampungnya.
"Itu yang Bapak saya bilang. Jadi pejabat itu jauh lebih menyenangkan, lebih senang daripada ketika Anda untung USD 150 ribu per bulan. Benar. Kenapa? Contoh, saya suka cek HP ketika bangun mau ke toilet kalau malam. Terus iseng cek, dulu BBM bukan WA. 'Pak saya ada serangan jantung'. Saya tinggal lempar aja ke bagian kesehatan. Ini ada alamat ini, nomor telepon ini, kamu coba cek. Itu langsung dia jalan. Kita perintah," ungkap Ahok.
"Termasuk ada orang gila, laporan masuk ke saya. Ada orang gila di Semanggi. Jalan-jalan telanjang. Saya tinggal lempar ke dinas sosial, enggak sampai setengah jam, mereka sudah kirim saya foto, 'Pak, udah dimandiin, udah rapi pakai baju. Nah itu senangnya jadi (pejabat)," imbuh Ahok.
Hanya itu misi Ahok jika menjadi konglomerat. Cita-cita Ahok 'dipatahkan' sang ayah. Jika memang benar niat Ahok untuk membantu banyak orang.
"Coba kalau kamu jadi bupati, bapak saya bilang. Kamu bisa membuat semua orang memiliki penghasilan seperti itu," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Panggil Saya BTP, Jumat (8/7/2022).
Ahok diberi penjelasan lebih lanjut soal konsep membantu orang lebih banyak dengan menjadi pejabat. Ahok diminta membayangkan jika memiliki uang Rp1 miliar.
Kala itu di daerah asal Ahok, upah minimum sekitar Rp400 ribu. Sementara Ahok jika baik hati siap membagi-bagikan setiap orang lebih tinggi dari upah minimum, yakni Rp500 ribu. Sementara uang itu hanya bisa dibagikan kepada 2000 orang padahal terdapat total 7000 orang di kampungnya.
"Itu yang Bapak saya bilang. Jadi pejabat itu jauh lebih menyenangkan, lebih senang daripada ketika Anda untung USD 150 ribu per bulan. Benar. Kenapa? Contoh, saya suka cek HP ketika bangun mau ke toilet kalau malam. Terus iseng cek, dulu BBM bukan WA. 'Pak saya ada serangan jantung'. Saya tinggal lempar aja ke bagian kesehatan. Ini ada alamat ini, nomor telepon ini, kamu coba cek. Itu langsung dia jalan. Kita perintah," ungkap Ahok.
"Termasuk ada orang gila, laporan masuk ke saya. Ada orang gila di Semanggi. Jalan-jalan telanjang. Saya tinggal lempar ke dinas sosial, enggak sampai setengah jam, mereka sudah kirim saya foto, 'Pak, udah dimandiin, udah rapi pakai baju. Nah itu senangnya jadi (pejabat)," imbuh Ahok.
- Penulis :
- Muhammad Rodhi








