
Pantau - Sebanyak 250 wisatawan mancanegara (wisman) tiba di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, pada Kamis (1/1/2026) siang, melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), menandai kedatangan perdana wisman di awal tahun.
Ratusan wisatawan tersebut datang menggunakan tiga kapal ferry, yakni dua dari Singapura dan satu dari Malaysia.
Kepala Imigrasi Tanjungpinang, Ben Yuda Karubaba, mengungkapkan bahwa mayoritas wisman berasal dari Malaysia dan Singapura.
Sambutan Meriah oleh Pemerintah Kota
Kedatangan para wisatawan disambut secara meriah oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sambutan dilakukan dengan pertunjukan pencak silat yang diiringi musik tradisional Melayu, pembagian buket bunga, serta pemasangan tanjak sebagai simbol penghormatan.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza hadir langsung dalam penyambutan tersebut.
"Welcome to Tanjungpinang, Province of Riau Island," sapaan hangat yang disampaikan Wali Kota Lis kepada para wisatawan yang baru tiba.
Lis berharap kedatangan wisman ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, swasta, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan.
Pemerintah Kota, lanjut Lis, terus melakukan pembenahan infrastruktur penunjang pariwisata seperti akses transportasi, destinasi wisata, serta peningkatan jumlah event wisata.
Lis menyebutkan bahwa banyak wisatawan yang datang bersama keluarga dan tertarik menikmati wisata kuliner, sejarah, serta budaya lokal di Tanjungpinang.
Optimisme Kunjungan Wisata Tahun 2026
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Nazri, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisman dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 53.000 orang.
Nazri optimistis total kunjungan wisman hingga akhir Desember 2025 bisa menembus angka 63.000 orang, dengan rata-rata 5.000 kunjungan setiap bulan.
Namun, ia mengakui target kunjungan 100.000 wisman pada tahun 2025 tidak tercapai.
"Faktor tersebut antara lain minimnya agenda wisata bertaraf internasional, promosi wisata yang kurang masif, serta kondisi perekonomian regional dan internasional," ungkapnya.
Meski demikian, Nazri menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) hingga Oktober 2025 telah mencapai 630.000 orang.
- Penulis :
- Gerry Eka







