
Pantau - Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ternyata dapat memicu peningkatan hormon kortisol atau hormon stres, dan jika berlangsung terus-menerus, dapat menyebabkan stres berkepanjangan, kegelisahan, serta kelelahan emosional.
Kortisol dan Dampaknya Jika Tidak Seimbang
Dr. Kunal Sood, seorang ahli anestesi dan pengobatan nyeri, menjelaskan bahwa kortisol memang memiliki fungsi penting dalam membantu tubuh menghadapi tekanan, namun kadar yang tinggi secara terus-menerus bisa berbahaya.
Menurutnya, kebiasaan harian tertentu dapat mengganggu ritme alami kortisol dan membuatnya tetap aktif, sehingga memperbesar respons stres tubuh secara keseluruhan.
Efek jangka panjangnya dapat memengaruhi kualitas tidur, metabolisme, suasana hati, hingga kemampuan tubuh dalam pemulihan.
5 Kebiasaan yang Meningkatkan Hormon Stres
Berikut adalah lima kebiasaan harian yang menurut Dr. Sood dapat memicu peningkatan kadar hormon stres:
1. Kurang tidur
Tidur yang cukup membantu menekan kadar kortisol secara alami di malam hari. Kurang tidur menyebabkan lonjakan kortisol dan meningkatkan respons stres pada hari berikutnya.
2. Olahraga berlebihan
Latihan yang terlalu intens tanpa istirahat cukup membuat kadar kortisol tetap tinggi. Ini mencerminkan disfungsi pada sumbu HPA, bukan adaptasi tubuh yang sehat terhadap stres.
3. Konsumsi kafein berlebihan
Kafein adalah stimulan yang meningkatkan kewaspadaan dengan cara menaikkan kadar kortisol. Bila dikombinasikan dengan stres harian, efeknya terhadap tubuh bisa menjadi berlipat ganda.
4. Melewatkan waktu makan
Tidak makan tepat waktu, terutama melewatkan sarapan, membuat tubuh mengalami lonjakan kortisol sebagai upaya menjaga kestabilan glukosa darah. Ini berdampak buruk bagi metabolisme.
5. Terlalu lama menatap layar
Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menekan produksi melatonin, mengganggu kualitas tidur, dan meningkatkan kadar kortisol secara tidak langsung pada malam hari.
Dr. Sood mengingatkan bahwa mengelola pola hidup secara seimbang adalah kunci utama dalam menjaga kadar hormon stres tetap stabil demi kesehatan fisik dan mental jangka panjang.
- Penulis :
- Gerry Eka








