
Pantau - Mengonsumsi gula tambahan secara rutin tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan gigi.
Menurut informasi dari Eating Well, berbagai jenis gula tambahan seperti gula tebu, sirup jagung, sirup maple, maupun madu akan memberikan dampak negatif serupa jika dikonsumsi berlebihan.
Gula Ubah Plak Jadi Asam, Rusak Enamel Gigi
Steven J. Katz, DDS, MS, Presiden Asosiasi Endodontis Amerika, menjelaskan bahwa makanan dan minuman manis dapat mempengaruhi kondisi mulut secara langsung.
Beberapa menit setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, plak — yakni lapisan lengket bakteri di mulut — akan mengubah gula menjadi asam.
Asam tersebut menyebabkan penurunan pH dalam mulut dan mulai melarutkan mineral dari enamel gigi.
Kondisi ini membuat gigi rentan terhadap kerusakan jika terus-menerus terpapar.
Tak hanya jumlah gula yang dikonsumsi, frekuensi konsumsi juga menjadi faktor penting.
"Jika Anda menyesap soda manis sepanjang hari, gigi terus-menerus terpapar gula, sehingga air liur alami yang melawan bakteri tidak dapat membersihkannya," jelas Steven.
Tips Mengurangi Risiko Kerusakan Gigi
Steven menyarankan agar konsumsi makanan dan minuman manis dilakukan sekaligus dalam satu waktu, bukan secara bertahap sepanjang hari.
Hal ini memberi kesempatan bagi air liur untuk menetralisir asam dan membersihkan sisa gula di mulut.
Setelah mengonsumsi makanan manis, jangan langsung menyikat gigi karena enamel gigi sedang dalam kondisi melunak.
"Bilas dengan air untuk membantu membersihkan gula dan asam, dan tunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi," sarannya.
Langkah ini bertujuan memberi waktu bagi air liur untuk menetralkan asam serta memperkuat kembali struktur enamel gigi secara alami.
- Penulis :
- Aditya Yohan








