Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Lalampa Maluku Utara Terdaftar sebagai KI Komunal dan Jadi Favorit Berbuka Puasa

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Lalampa Maluku Utara Terdaftar sebagai KI Komunal dan Jadi Favorit Berbuka Puasa
Foto: (Sumber: Salah satu makanan khas Ternate, Lalampa menu berbuka puasa yang dijual di berbagai pusat keramaian Kota Ternate, Minggu (22/2/2026). ANTARA/Abdul Fatah.)

Pantau - Lalampa, makanan olahan tradisional khas Maluku Utara, kini resmi terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual (KI) Komunal kategori Indikasi Asal dan menjadi menu favorit masyarakat saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Lalampa tercatat sebagai KI Komunal kategori Indikasi Asal dari Kepulauan Sula dengan nomor surat pencatatan IA822025000055 pada pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.

Kepala Kanwil Kemenkum Maluku Utara Budi Argap Situngkir menyampaikan daerahnya memiliki beragam potensi KI Komunal seperti indikasi asal, pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, potensi indikasi geografis, dan sumber daya genetik.

Argap menyampaikan “Potensi KI komunal tersebut patut dilindungi melalui pencatatan pada DJKI Kementerian Hukum. Peran Pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting untuk mendukung pelindungan KI agar tidak diklaim daerah lain,”.

Ia menjelaskan indikasi asal merupakan tanda atau label yang menunjukkan negara atau daerah asal suatu barang atau produk tanpa dikaitkan dengan faktor lingkungan alamiah.

Di kalangan masyarakat, lalampa dikenal sebagai makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang diisi ikan cakalang atau tuna, dibungkus daun pisang, lalu dibakar.

Fatma, pelaku usaha yang berjualan lalampa di sekitar Pasar Gamalama, mengatakan makanan tersebut selalu diminati masyarakat.

Fatma menyampaikan “Apalagi kalau bulan puasa, lalampa banyak diminati dan cepat abis,”.

Ia mengaku keuntungan dari berjualan lalampa dapat mencapai ratusan ribu rupiah per hari selama Ramadhan.

Seorang pembeli bernama Fadli menyebut lalampa menjadi menu favorit keluarganya saat berbuka puasa karena rasanya lezat dan telah menjadi tradisi turun-temurun di Maluku Utara.

Penulis :
Gerry Eka