
Pantau - Proyek kerja sama Lancang-Mekong Cooperation (LMC) berhasil meningkatkan akses air bersih bagi warga di kawasan Sungai Mekong, termasuk di Desa Hatkeep, Laos, yang kini tidak lagi harus berjalan jauh untuk mendapatkan air.
Dampak Nyata bagi Kehidupan Warga
Sebelum 2021, warga Desa Hatkeep di Provinsi Luang Prabang harus berjalan hingga dua jam untuk mengambil air sungai yang tidak layak konsumsi.
Kini, melalui program Aksi Mata Air Manis Lancang-Mekong, warga dapat mengakses air bersih hanya dalam lima menit berjalan kaki.
Seorang pejabat desa, Souvanh, mengatakan, "Kini kami memiliki air bersih, penyakit semakin berkurang, dan biaya medis kami pun menurun."
Program ini telah membangun 110 sistem pasokan air kecil di Kamboja, Laos, dan Myanmar yang menjangkau sekitar 13.000 warga pedesaan.
Kerja Sama Regional dan Proyek Berkelanjutan
Inisiatif LMC melibatkan enam negara yakni China, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam yang bekerja sama sejak 2016.
Selain sektor air bersih, proyek LMC juga mencakup pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi seperti penggunaan drone untuk pemantauan hasil panen di Myanmar.
Wakil Perdana Menteri Laos Thongsavanh Phomvihane menyatakan bahwa berbagai proyek tersebut berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa program LMC telah meningkatkan infrastruktur, pengelolaan air, serta pengentasan kemiskinan di kawasan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, "China akan bekerja sama dengan lima negara di kawasan Mekong untuk menyambut dekade emas baru LMC."
Secara keseluruhan, lebih dari 991 proyek kecil telah dijalankan melalui Dana Khusus LMC guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kerja sama regional.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








