HOME  ⁄  Lifestyle

Studi Ungkap Risiko Interaksi Suplemen dan Obat, Konsumen Diminta Lebih Waspada

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Studi Ungkap Risiko Interaksi Suplemen dan Obat, Konsumen Diminta Lebih Waspada
Foto: (Sumber: Ilustrasi suplemen. (ANTARA/Pixabay).)

Pantau - Studi yang dilakukan Herbalife menyoroti rendahnya pemahaman konsumen terkait risiko interaksi antara suplemen dan obat yang dapat memengaruhi efektivitas pengobatan.

Interaksi Suplemen Bisa Ganggu Efektivitas Obat

Director Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife Dr. Alex Teo menyebut salah satu contoh interaksi adalah bunga St. John’s Wort yang dapat menurunkan efektivitas obat seperti warfarin dan beberapa jenis statin.

“Pengambilan keputusan suplemen yang bertanggung jawab berarti memiliki pemahaman menyeluruh mengenai komposisi bahan dalam produk, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen atau obat lain,” ujarnya.

Survei terhadap 9.000 konsumen di 11 pasar pada Mei 2025 menunjukkan 88 persen responden di Indonesia rutin mengonsumsi suplemen.

Namun, hanya 69 persen yang merasa yakin telah mengambil keputusan yang tepat dalam penggunaan suplemen tersebut.

Kurangnya Edukasi dan Risiko Konsumsi Berlebih

Studi juga mengungkap minimnya pemahaman terkait batas konsumsi suplemen, seperti kalsium yang jika berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia.

Kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti melemahnya tulang hingga pembentukan batu ginjal.

Sebanyak 62 persen responden di Indonesia tidak mengetahui batas maksimum harian kalsium, sementara 73 persen tidak memahami dampak konsumsi berlebih.

Teo menegaskan pentingnya peran konsumen, tenaga kesehatan, dan produsen dalam memastikan penggunaan suplemen yang aman.

“Konsumen perlu membaca label dengan cermat, melakukan riset mandiri, serta mencari panduan dari sumber yang kredibel,” ungkapnya.

Ia menambahkan tenaga kesehatan harus memberikan rekomendasi berbasis ilmiah dan produsen wajib memastikan transparansi serta kualitas produk.

Edukasi terkait suplemen dinilai perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat menerapkan pola konsumsi yang aman dan bertanggung jawab.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf