HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Kutai Timur Targetkan Eliminasi TB 2030 dengan Libatkan Seluruh Elemen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Kutai Timur Targetkan Eliminasi TB 2030 dengan Libatkan Seluruh Elemen
Foto: (Sumber: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengukuhkan Pengurus Anak Cabang PPTI dari 18 kecamatan pada Senin, dua hari lalu. (ANTARA/ HO- Diskominfo Kutim).)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur menargetkan eliminasi penyakit tuberkulosis (TB) pada 2030 dengan menggandeng berbagai pihak hingga tingkat kecamatan.

Target tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Rabu, dengan melibatkan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

"Untuk mendukung program eliminasi TB, pemkab menggandeng Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), dari mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan," ujarnya.

Peran Kader dan Pendataan Kasus

Pemkab mencatat sekitar 1.000 penderita TB tersebar di 18 kecamatan di Kutai Timur.

Ardiansyah menegaskan peran Pengurus Anak Cabang (PAC) PPTI penting dalam pendataan dan pelaporan kasus agar penanganan lebih tepat sasaran.

"Peran kader PPTI tidak hanya sebatas menemukan dan mencatat kasus TB, tapi juga harus melaporkan secara aktif. Pelaporan menjadi kunci utama dalam menentukan langkah penanganan yang tepat," katanya.

Upaya Pencegahan dan Perlindungan Masyarakat

Pemkab Kutim menargetkan pemutusan rantai penularan TB untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Bupati juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, menjaga lingkungan, serta menghindari faktor risiko seperti merokok.

"Kita harus yakin bahwa TB bisa disembuhkan. Namun hal itu hanya bisa tercapai jika ada kesadaran bersama untuk melaporkan kasus, mengobati secara tuntas, dan menjaga lingkungan tetap sehat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPTI Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyebut pembentukan PAC di 18 kecamatan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penanggulangan TB hingga ke masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan