
Pantau – Menjelang puncak penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang akan berlangsung 9 Februari 2023 di Medan, Sumatera Utara. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung acara tersebut. Acara direncanakan akan mengangkat tema 'Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat'.
"Peringatan Hari Pers harus menjadi momentum untuk semakin meningkatkan peran pers sebagai piranti demokrasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui sajian informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya," tegas Bamsoet dalam keterangannya, Senin (30/1/2023).
"Karena itu, segenap insan pers harus dapat meningkatkan kualitas pemberitaan berkualitas, yang hanya dapat dihasilkan oleh pers yang berkinerja secara profesional," tambahnya.
Ia menambahkan, media massa tak hanya menjadi sebuah industri, tapi juga menjadi representasi institusi publik sekaligus institusi sosial. Sebab, media massa tak sekadar menjadi sarana penyebarluasan informasi. Karena menurutnya, media massa merepresentasikan fungsi kontrol, fungsi kritik, sekaligus memberikan ruang bagi partisipasi publik.
Dengan begitu, jangkauan dan tingkat aksesibilitas yang luas, media massa mempunyai peran strategis untuk membentuk opini publik. Baik sebagai dinamisator dan mobilisator sosial, maupun akselerator perubahan.
"Tidak heran jika wartawan mempunyai kedudukan strategis dalam industri media, baik dalam memberi warna dan corak pemberitaan, maupun dalam merekonstruksi persepsi dan opini publik yang dibangun dari sumber informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya," ujarnya.
"Peran media dalam menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang, pada gilirannya akan mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, yaitu masyarakat yang melek informasi dalam makna yang sebenarnya," tambahnya.
"Peringatan Hari Pers harus menjadi momentum untuk semakin meningkatkan peran pers sebagai piranti demokrasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui sajian informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya," tegas Bamsoet dalam keterangannya, Senin (30/1/2023).
"Karena itu, segenap insan pers harus dapat meningkatkan kualitas pemberitaan berkualitas, yang hanya dapat dihasilkan oleh pers yang berkinerja secara profesional," tambahnya.
Ia menambahkan, media massa tak hanya menjadi sebuah industri, tapi juga menjadi representasi institusi publik sekaligus institusi sosial. Sebab, media massa tak sekadar menjadi sarana penyebarluasan informasi. Karena menurutnya, media massa merepresentasikan fungsi kontrol, fungsi kritik, sekaligus memberikan ruang bagi partisipasi publik.
Dengan begitu, jangkauan dan tingkat aksesibilitas yang luas, media massa mempunyai peran strategis untuk membentuk opini publik. Baik sebagai dinamisator dan mobilisator sosial, maupun akselerator perubahan.
"Tidak heran jika wartawan mempunyai kedudukan strategis dalam industri media, baik dalam memberi warna dan corak pemberitaan, maupun dalam merekonstruksi persepsi dan opini publik yang dibangun dari sumber informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya," ujarnya.
"Peran media dalam menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang, pada gilirannya akan mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, yaitu masyarakat yang melek informasi dalam makna yang sebenarnya," tambahnya.
- Penulis :
- Ahmad Ryansyah








