
Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan para direksi maupun komisaris BUMN yang menjadi timses capres dan cawapres.
"Ini sesuai dengan aturan perundang-undangan bahwa direksi dan komisaris BUMN tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis" kata Herman kepada wartawan, Jakarta, Jumat (10/11/2023).
Kang Hero, sapaan akrabnya, mengatakan bersih-bersih timses di BUMN juga berlaku terhadap dewan pengawas hingga pegawai.
Ia menduga, masih ada sejumlah direksi dan komisaris yang terafiliasi pada partai politik (parpol) tertentu.
Untuk itu, ia meminta pihak-pihak tersebut mundur atau diberhentikan sebagai pejabat BUMN.
"Oleh karenanya saya meminta, untuk menjunjung tinggi aturan, etika, dan moral sebagai pejabat BUMN dan agar secara sukarela jika ingin terlibat langsung dalam politik praktis untuk mundur atau diberhentikan," tegasnya.
Sebelumnya, Erick Thohir menyebut banyak komisaris BUMN mundur karena menjadi tim kampanye capres dan cawapres. Pengawasan terhadap BUMN itu menjadi sorotan karena ditinggal para komisaris tersebut.
"Ya banyak figur bagus di Indonesia, kita nggak boleh terjebak 1-2 figur. Ya apalagi makin hari kita lihat bangsa Indonesia makin teredukasi, etikanya makin bagus," kata Erick.
Erick menyebut, keputusan komisaris BUMN untuk mundur bukan karena dipaksa. Namun, memang sudah ada aturan yang mengaturnya.
"Loh kalau memang sudah terdaftar kan aturannya seperti itu, bukan saya memaksa, tapi aturannya ada," tandasnya.
- Penulis :
- Aditya Andreas









