Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemda DIY Finalisasi Trayek Baru, Shuttle Wisata Ramah Lingkungan Diperkuat

Oleh Peter Parinding
SHARE   :

Pemda DIY Finalisasi Trayek Baru, Shuttle Wisata Ramah Lingkungan Diperkuat
Foto: Mulai 1 Mei, Bus Listrik Fokus Layani Wisatawan di Pusat Kota Yogyakarta

Pantau - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memfokuskan operasional bus listrik untuk melayani wisatawan di kawasan pusat Kota Yogyakarta mulai 1 Mei 2025.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Wulan Sapto Nugroho, menyampaikan bahwa perubahan trayek ini akan disosialisasikan pada akhir April 2025 setelah melalui tahap finalisasi dan rapat koordinasi pekan depan.

Rapat koordinasi tersebut akan melibatkan operator bus dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta untuk menentukan rute baru secara optimal.

Efisiensi Operasional dan Fokus Pariwisata Jadi Pertimbangan

Dua titik keberangkatan bus listrik telah ditetapkan, yakni Parkiran Ngabean di sisi barat dan Kridosono di sisi timur Kota Yogyakarta.

Rute baru bus listrik akan difokuskan untuk melintasi wilayah pusat kota, khususnya jalur sumbu filosofis, dan tidak lagi tumpang tindih dengan rute Trans Jogja 1A seperti sebelumnya.

Perubahan trayek dilakukan berdasarkan hasil evaluasi teknis terkait daya tahan baterai, kebutuhan putaran perjalanan, dan efisiensi angkutan.

Charging station tetap berada di Bandara Adisutjipto, dan bus diwajibkan kembali ke bandara jika kapasitas baterai mencapai 30 persen.

Shuttle Wisata Gratis, Angkut Penumpang Lebih Banyak

Trayek baru dirancang dengan model shuttle yang memungkinkan frekuensi putaran lebih banyak, sehingga jumlah penumpang yang diangkut juga lebih tinggi.

Dua unit bus listrik milik Pemda DIY akan dioperasikan pada rute yang sama dan tetap memberikan layanan gratis hingga akhir tahun 2025.

Bus listrik ini menyasar wisatawan sebagai penumpang utama, mengingat ketertarikan terhadap moda transportasi ramah lingkungan cukup tinggi di kalangan pengunjung.

Sementara itu, penumpang dari kalangan pekerja harian masih relatif sedikit dan tidak menjadi fokus utama trayek baru ini.

Pemanfaatan bus listrik di jalur wisata utama diharapkan mendukung kenyamanan mobilitas wisatawan, mengurangi kemacetan, serta memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota ramah lingkungan.

Penulis :
Peter Parinding