Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Eddy Soeparno dan Dubes Selandia Baru Bahas Percepatan Pengembangan Geothermal di Indonesia

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Eddy Soeparno dan Dubes Selandia Baru Bahas Percepatan Pengembangan Geothermal di Indonesia
Foto: Pertemuan strategis bahas kolaborasi energi terbarukan Indonesia-Selandia Baru.

Pantau - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, dalam pertemuan yang menyoroti penguatan kerja sama strategis di bidang transisi energi dan pembangunan rendah karbon.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Jacquie Dean dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru serta sejumlah delegasi lainnya.

Fokus utama pembahasan adalah kolaborasi antara Indonesia dan Selandia Baru dalam pengembangan sumber daya energi panas bumi atau geothermal.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy Soeparno menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Selain itu, Indonesia juga menargetkan tercapainya Ketahanan Energi, Ketahanan Air, dan Ketahanan Pangan sebagai fondasi pembangunan nasional.

"Semua kebijakan menuju target pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional akan dilakukan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan untuk mencapai Net Zero Emissions tahun 2060 mendatang," kata Eddy.

Transfer Teknologi Jadi Kunci Pengembangan Energi Terbarukan

Eddy menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan teknologi dalam mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan.

Energi terbarukan yang menjadi pembahasan meliputi tenaga angin, energi surya, dan secara khusus panas bumi atau geothermal.

Indonesia dan Selandia Baru sama-sama diketahui memiliki potensi geothermal yang sangat besar.

Eddy menyatakan harapannya agar kerja sama dengan Selandia Baru dapat mempercepat pemanfaatan potensi geothermal Indonesia.

"Indonesia memiliki potensi sumber daya Geothermal hingga 24 GW namun yang termanfaatkan baru sekitar 10 persen. Sementara kita juga memahami bahwa Selandia Baru memiliki sumber daya Geothermal yang berlimpah dan sampai saat ini berkontribusi hingga 80 persen dalam pasokan listrik di sana."

"Pencapaian Selandia Baru ini harapannya bisa diikuti oleh Indonesia dengan transfer of knowledge, transfer of information hingga berbagi pengalaman untuk memaksimalkan potensi Geothermal," lanjut Eddy.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI, Eddy juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan rendah karbon hanya bisa tercapai melalui kolaborasi lintas negara dan sektor.

"Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan rendah karbon ditentukan salah satunya dari kemampuan membangun kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas kepentingan. Kami di MPR RI akan terus mendorong terbentuknya kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan demi masa depan generasi mendatang," tutupnya.

Penulis :
Balian Godfrey