
Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan kehadiran negara dalam seluruh fase penanganan bencana, termasuk pemulihan pasca-gempa magnitudo 6,3 yang mengguncang Provinsi Bengkulu pada Jumat dini hari, 23 Mei 2025.
Kepala Sentra Dharma Guna Kemensos, Syam Wuryani, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk memastikan para penyintas gempa mendapat perhatian yang layak dan menyeluruh.
Tim dari Sentra Dharma Guna Kemensos telah diturunkan ke Perumahan Rafflesia Permai, Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, untuk melakukan asesmen awal terhadap warga terdampak.
Asesmen Jadi Dasar Layanan Atensi bagi Penyintas
Asesmen dilakukan sebagai langkah awal agar intervensi yang diberikan, baik berupa bantuan kebutuhan dasar maupun dukungan psikososial, dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan.
"Asesmen ini adalah mandat kemanusiaan, sebagai bukti kehadiran negara dalam semua fase penanganan bencana," ujar Syam.
Gempa tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan fisik pada rumah warga dan satu korban jiwa.
Sebanyak 40 warga yang rumahnya mengalami kerusakan telah diasesmen oleh tim Kemensos, yang terdiri dari pekerja sosial dan penyuluh sosial.
Tim melakukan pendataan langsung mencakup aspek fisik, sosial, dan psikososial warga terdampak.
Proses asesmen dijalankan dengan pendekatan cepat, akurat, humanis, dan empatik, serta menjunjung tinggi prinsip tanggap darurat kemanusiaan.
Kemensos akan melanjutkan asesmen ke wilayah terdampak lainnya dan menyusun rencana pemberian layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) sesuai hasil pemetaan kebutuhan lapangan.
- Penulis :
- Balian Godfrey








