
Pantau - DPRD DKI Jakarta menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengalihfungsikan lapangan sepak bola Pilar Kedoya, Jakarta Barat, menjadi lapangan padel.
Penolakan disampaikan oleh Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, dalam rapat kerja bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.
"Jadi jangan demi bisnis, demi pemasukan, selalu mengikuti tren yang ada," ungkapnya.
Yudha menjelaskan bahwa rencana alih fungsi tersebut telah menimbulkan gejolak di masyarakat, terutama di kalangan pengguna aktif lapangan sepak bola Pilar Kedoya.
Ia menyoroti bahwa Pemprov DKI seharusnya tidak hanya mengejar tren atau pemasukan semata, sementara olahraga populer seperti sepak bola, basket, dan voli belum mendapatkan dukungan yang maksimal.
"Secara nyata sudah mulai terjadi friksi-friksi di lapangan, sudah dipasang spanduk, bener penolakan untuk pembangunan lapangan pedal," ia mengungkapkan.
Kajian Diminta Sebelum Penggantian Fasilitas
Yudha meminta agar sebelum melakukan perubahan fungsi fasilitas olahraga, dilakukan kajian yang menyeluruh dan melibatkan masyarakat sekitar.
Ia mempertanyakan apakah alih fungsi tersebut merupakan penambahan fasilitas atau penggantian yang justru menghilangkan fasilitas yang telah digunakan lama oleh warga.
"Saya ingin tahu detailnya seperti apa. Tolong kajiannya harus benar-benar final dan melibatkan warga sekitar. Kalau saya sarannya, lebih baik kalau ada lahan ekstra, dibangun lapangan basket dan lapangan futsal atau lapangan voli," tegasnya.
Sementara itu, dari pantauan akun media sosial @jakedoya92, sejumlah warga menyuarakan penolakan atas rencana tersebut.
Mereka menyatakan bahwa lapangan Pilar Kedoya merupakan satu-satunya lapangan sepak bola yang masih tersisa di wilayah tersebut, dan mengecam rencana pengalihfungsian menjadi lapangan padel.
- Penulis :
- Arian Mesa








