HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Masuk Peringkat Ketujuh Terburuk Dunia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Masuk Peringkat Ketujuh Terburuk Dunia
Foto: (Sumber: Arsip Foto - Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Rabu (25/6/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz/am.)

Pantau - Kualitas udara di Jakarta pada Minggu pagi masuk kategori tidak sehat dan tercatat sebagai yang terburuk ketujuh di dunia berdasarkan data IQAir pada pukul 06.00 WIB.

Indeks kualitas udara di Jakarta tercatat di angka 139 dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 51,1 mikrogram per meter kubik.

Kondisi ini berpotensi merugikan kesehatan manusia, terutama kelompok sensitif.

Dampak polusi juga dapat dirasakan oleh hewan serta berpotensi merusak tumbuhan dan nilai estetika lingkungan.

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga kesehatan.

Kategori kualitas udara berdasarkan PM2.5 terdiri dari baik (0–50), sedang (51–100), tidak sehat (101 ke atas), sangat tidak sehat (200–299), dan berbahaya (300–500).

Pada saat yang sama, Delhi menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan indeks 330.

Posisi berikutnya ditempati Chiang Mai dengan indeks 184, Kathmandu di posisi ketiga dengan indeks 163, Shenzhen di posisi keempat dengan indeks 154, serta Chengdu di posisi kelima dengan indeks 152.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat menghadapi potensi peningkatan polusi saat musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari Mei hingga Agustus.

Langkah tersebut meliputi peningkatan sistem pemantauan kualitas udara, uji emisi kendaraan, serta evaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara.

Evaluasi dilakukan terhadap tren PM2.5, sumber emisi, dan dampaknya terhadap kesehatan.

Pengendalian polusi udara dinilai memerlukan kolaborasi lintas wilayah dan antar instansi agar hasilnya lebih efektif.

Penulis :
Gerry Eka