Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

30 Truk Dikerahkan Angkut Sampah di Penggilingan, Akses Jalan Warga Ditargetkan Normal Pekan Ini

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

30 Truk Dikerahkan Angkut Sampah di Penggilingan, Akses Jalan Warga Ditargetkan Normal Pekan Ini
Foto: (Sumber: Pengawas Lingkungan Hidup (LH) Satuan Pelaksana Kecamatan Cakung Deru Aulia di lokasi penumpukan sampah di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza.)

Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur mengerahkan 30 truk besar untuk mengangkut tumpukan sampah yang menutupi akses jalan di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Pengangkutan difokuskan pada ruas jalan dari Perumahan Jatinegara Baru menuju Buaran yang sebelumnya tertutup sampah hingga mengganggu aktivitas warga.

"Prioritaskan sampah yang menutupi jalan dulu biar akses warga tetap terbuka. Ada bantuan dari kecamatan lain. Sudah didukung juga oleh Pak Kasudin juga," ungkap Pengawas LH Satuan Pelaksana Kecamatan Cakung, Deru Aulia.

Target Normalisasi dalam Satu Pekan, Penanganan Dilakukan Bertahap

Menurut Deru, upaya pengangkutan dilakukan maksimal dengan armada yang tersedia dan dukungan truk dari wilayah lain.

"Dari LH terus kami maksimalkan dengan kendaraan yang ada. Kita terus upayakan sampai hari ini kami minta bantuan ke wilayah lain untuk perbantuan truk sampahnya. Kurang lebih kami menggempur 30 ritasi truk kendaraan tipe besar," jelasnya.

Deru menambahkan bahwa pengangkutan akan dilanjutkan hingga kondisi kembali normal, dan saat ini personel terus bekerja mencicil tumpukan lama sambil tetap melayani sampah dari gerobak yang masuk setiap hari.

"Besok juga mau diterusin pengangkutan. Kami cicil pelan-pelan sembari kami juga tetap angkut sampah dari gerobak yang masuk. Jadi sampah gerobak yang masuk hari ini, besok kita angkut. Ditambah kami juga nyicil sampah yang lagi menumpuk di belakang ini," ujarnya.

Target penyelesaian ditetapkan dalam minggu ini agar lingkungan warga kembali bersih dan akses jalan bisa dipergunakan secara normal.

"Target kami minggu ini sudah mulai kembali normal. Minimal tidak sampai membludak," tegas Deru.

Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi sampah yang meluber dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) hingga menutupi sebagian badan jalan.

Sampah berasal dari limbah rumah tangga dan pasar, menyebabkan bau tidak sedap serta genangan yang mempersempit ruang gerak kendaraan.

Kondisi ini sempat viral di media sosial melalui akun Instagram @infopenggilingan yang menampilkan jalan tertutup sampah di kawasan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan