Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Inggris Dukung Studi Transportasi Rel di Surabaya, Khofifah Apresiasi Langkah Strategis untuk Mobilitas Berkelanjutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Inggris Dukung Studi Transportasi Rel di Surabaya, Khofifah Apresiasi Langkah Strategis untuk Mobilitas Berkelanjutan
Foto: (Sumber: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan His Majesty's Trade Commissioner (HMTC) for Asia Pacific Martin Kent di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim))

Pantau - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan strategis terhadap transformasi transportasi publik berbasis rel di wilayah Metropolitan Surabaya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan laporan studi kelayakan oleh dua firma konsultan Inggris, Mott MacDonald dan PricewaterhouseCoopers (PwC), yang akan menjadi acuan pengembangan transportasi massal di Jawa Timur.

Studi Inggris Dukung Perkeretaapian Surabaya, Respons Pemerintah Daerah dan Pusat

Dalam acara yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (14/8), laporan berjudul Urban Rail Transit System for Surabaya, East Java Transport Study Report diserahkan oleh His Majesty's Trade Commissioner (HMTC) for Asia Pacific, Martin Kent, kepada Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan RI, Arif Anwar.

Dana studi disalurkan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub RI dan fokus pada wilayah Gerbangkertosusila Plus (GKS+), yang mencakup Surabaya dan kota-kota satelitnya.

Khofifah menyatakan rasa optimisnya terhadap hasil studi tersebut.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Inggris kepada Indonesia dan Jawa Timur. Kami optimis dengan hasil studi kelayakan ini akan menjadi rekomendasi strategis dalam efektivitas layanan transportasi publik yang berkelanjutan di Jawa Timur", ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Transport for London (TfL) yang sukses mengembangkan sistem kereta api di tengah kompleksitas tata ruang dan bangunan bersejarah.

"Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya untuk bisa membuka jalur kereta api pada gedung-gedung yang berusia ratusan tahun. Tapi TfL bisa mencari solusi sehingga bisa menjadikan sarana transportasi publik yang mengurai kemacetan sekaligus menjadikannya aman dan nyaman", kata Khofifah.

Dukung RPJMN dan Transisi Rendah Karbon, Potensi Kerja Sama Diperluas

Studi ini sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dan program Jatim Akses, serta menargetkan pengembangan transportasi publik ramah lingkungan dan terintegrasi, mengingat tingkat mobilitas harian warga GKS+ mencapai 10,55 juta pergerakan, dengan 49 persen di antaranya merupakan komuter dari dan ke Surabaya.

Martin Kent menegaskan bahwa studi ini merupakan bagian dari inisiatif Inggris untuk mendukung transisi rendah karbon dan sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia.

"Karena sistem transport yang bersih sangat penting untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi dan ketahanan iklim. Ini kehormatan bagi saya untuk menyerahkan hasil studi dan bertemu dengan Gubernur Khofifah", ungkapnya.

Selain kerja sama transportasi, Khofifah juga menjajaki kolaborasi di sektor pendidikan melalui pengiriman native speaker ke sekolah berasrama seperti SMA Taruna, serta sektor kesehatan dengan mitra rumah sakit di Jawa Timur.

Dari sisi pemerintah pusat, Arif Anwar menyatakan kesiapan menindaklanjuti hasil studi, dengan tetap mengharapkan sinergi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya.

"Tentunya kami juga tetap mengharapkan dukungan dari Pemerintah Jawa Timur dan juga Pemerintah Surabaya karena memang mereka yang tahu lebih detail mengenai kondisi lalu lintas dan rencana pengembangan infrastruktur di Jawa Timur dan Surabaya. Tapi intinya kami dari pemerintah pusat akan mensupport apapun itu", ujar Arif.

Dukungan lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi percepatan pembangunan sistem transportasi rel urban yang efisien, aman, dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Penulis :
Aditya Yohan