Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenhut Gunakan Konservasi Banteng untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenhut Gunakan Konservasi Banteng untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Foto: Dirjen KSDAE Kemenhut Satyawan Pudyatmoko ditemui di Kantor Kemenhut, Jakarta (sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa upaya konservasi tidak hanya berfokus pada penyelamatan satwa dilindungi, tetapi juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya swasembada daging.

Konservasi Sapi Bali dan Banteng

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menyebut bahwa penurunan berat rata-rata sapi bali (Bos javanicus domesticus) menjadi perhatian serius.

"Salah satunya swasembada daging. Kita punya problem terhadap sapi bali, itu berat tubuhnya menurun terus," ungkapnya di Jakarta, Senin.

Sapi bali selama ini dimanfaatkan sebagai sapi potong dan sapi pekerja untuk membajak sawah, sehingga penurunan kualitasnya berdampak pada sektor pertanian dan peternakan.

Untuk mengatasi tren tersebut, Kemenhut mendorong penambahan genetik dari banteng (Bos javanicus), mengingat sapi bali merupakan hasil domestikasi banteng sejak ribuan tahun lalu.

"Telah dilakukan kerja sama antara Kemenhut lewat Ditjen KSDAE dengan berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengawinkan pejantan banteng dan betina dari jenis sapi bali," jelasnya.

Pemanfaatan Teknologi Biobank dan Bioprospeksi

Upaya konservasi tersebut didukung pemanfaatan teknologi biobank yang berfungsi menambah keragaman genetik sapi bali.

"Dari situ menghasilkan anakan dan anakan itu kita serahkan ke peternak. Itu salah satu manfaat mengapa kita harus punya biobank," tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah juga memanfaatkan biobank untuk konservasi satwa terancam punah serta peningkatan populasinya.

Selain itu, pemerintah mengembangkan bioprospeksi, yaitu upaya menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dari spesies endemik Indonesia.

Pengembangan bioprospeksi turut mencakup pemrosesan paten sebagai langkah mencegah praktik pembajakan biologi (biopiracy).

Penulis :
Arian Mesa