Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PSI Tegaskan Isu Adu Domba Prabowo, Jokowi, dan Gibran Hanya Hoaks

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PSI Tegaskan Isu Adu Domba Prabowo, Jokowi, dan Gibran Hanya Hoaks
Foto: Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (Sekjen PSI) Raja Juli Antoni memberikan keterangan kepada media di Istana Kepresidenan Jakarta (sumber: ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Pantau - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa isu yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggalang aksi demonstrasi adalah kabar bohong.

Klarifikasi PSI di Istana Kepresidenan

Raja Juli Antoni menyampaikan klarifikasi tersebut setelah menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (1/9), mewakili Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang masih dirawat di rumah sakit.

Kunjungannya dilakukan sekaligus untuk melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait maraknya video di media sosial yang menuding Jokowi dan Gibran berada di balik aksi unjuk rasa di DPR/MPR pekan lalu.

"Mas Kaesang membuat rilis bahwa di tengah hiruk pikuk dan masalah yang kita hadapi ini, ada medsos yang cukup dibanjiri oleh banyak pihak yang mencoba mengadu domba antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi, termasuk Mas Gibran dan PSI," ungkap Raja Juli di Istana Kepresidenan.

Ia menjelaskan bahwa video yang beredar tersebut menarasikan Jokowi dan Gibran menggalang pertemuan hingga aksi unjuk rasa yang berujung ricuh serta menewaskan seorang pengemudi ojek online.

"Jadi Mas Kaesang sudah sampaikan bahwa itu adalah hoaks. PSI seperti kongres di Solo yang lalu, Partai Gajah, setia dengan Pak Prabowo Subianto," tegasnya.

Dukungan PSI kepada Pemerintahan Prabowo

Raja Juli, yang juga menjabat sebagai Menteri Kehutanan, menuturkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi intensif dengan tim Presiden Prabowo untuk meluruskan kabar tersebut.

Ia menegaskan bahwa PSI tetap berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana telah ditegaskan dalam Kongres PSI di Solo pada Juli lalu.

Selain itu, Raja Juli menambahkan bahwa PSI siap membantu pelaksanaan program kerakyatan dan pemberantasan korupsi yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.

Kehadiran Raja Juli ke Istana juga sekaligus memenuhi undangan Presiden Prabowo yang mengumpulkan para ketua umum partai politik.

Sehari sebelumnya, pada Minggu (31/8), Presiden Prabowo telah mengundang pimpinan partai besar seperti Megawati Soekarnoputri, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Muhammad Khalid, Bahlil Lahadalia, Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, dan Surya Paloh.

Pada Senin (1/9), giliran ketua umum partai non-parlemen, termasuk PSI dan Partai Buruh, yang dipanggil ke Istana untuk menyampaikan dukungan.

Penulis :
Arian Mesa