Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Korban KDRT, Herdawati Bangkit Jadi Relawan WVI Demi Lindungi Anak dan Perempuan di Palu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Korban KDRT, Herdawati Bangkit Jadi Relawan WVI Demi Lindungi Anak dan Perempuan di Palu
Foto: (Sumber: Kepala Sekolah SDN 11 Palu, Nurhayati (tengah); relawan sosial Wahana Visi Indonesia di Kota Palu, Herdawati (keempat kanan); Area Program Manager WVI Kluster Sipado, Agustinus Polabi (kanan); bersama tim media saat media visit ke SDN 11 Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA/Anita Permata Dewi)

Pantau - Herdawati (41), seorang warga RW 2, Kelurahan Baru, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengubah pengalaman pahit sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi kekuatan untuk melindungi perempuan dan anak di komunitasnya.

Selama belasan tahun, Herdawati mengalami kekerasan psikis dan fisik yang bahkan sempat membuatnya dirawat di rumah sakit.

Meski berada dalam situasi penuh tekanan, ia memilih bertahan demi anak-anaknya.

"Kalau saya mengakhirinya, kasihan anak-anak saya toh?", ungkapnya.

Bergabung dengan WVI, Ubah Luka Jadi Kekuatan

Pada tahun 2016, Herdawati bergabung sebagai relawan sosial di Wahana Visi Indonesia (WVI), organisasi yang telah melakukan intervensi sosial di Kelurahan Baru sejak tahun 2010.

Motivasi utamanya adalah pengalaman pribadi sebagai korban kekerasan yang tak tahu ke mana harus meminta perlindungan.

"Saya salah satu korban kekerasan yang tanpa saya sadari. Dulu saya bingung mau melaporkan ke mana. Saya minta perlindungan ke mana. Jadi itu juga mungkin yang mendorong saya tertarik untuk bergabung di WVI", ujarnya.

Melalui WVI, Herdawati mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kapasitas, mulai dari perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan, hingga pemenuhan hak anak.

Jadi Penggerak Kesadaran dan Advokasi di Masyarakat

Sebagai relawan, Herdawati aktif melakukan advokasi ke keluarga-keluarga di lingkungannya terkait perlindungan anak.

Ia juga mendampingi kasus-kasus perkawinan anak dan anak putus sekolah.

Kesadaran masyarakat pun mulai tumbuh, termasuk dalam hal pelaporan kekerasan seksual terhadap anak.

"Sekarang mereka sudah paham bila anak mereka mengalami kekerasan seksual, akan melaporkan", ungkapnya.

Kini, Herdawati berdiri sebagai sosok yang melindungi, mendampingi, dan menjadi harapan bagi banyak perempuan dan anak di sekitarnya.

Foto kegiatan menunjukkan Kepala Sekolah SDN 11 Palu, Nurhayati; relawan sosial Herdawati; dan Area Program Manager WVI Kluster Sipado, Agustinus Polabi, bersama tim media saat kunjungan ke SDN 11 Palu.

 

Penulis :
Aditya Yohan