Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Inflasi Oktober 2025 Tertinggi dalam Lima Tahun, BPS Soroti Komoditas Pangan dan Emas Perhiasan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inflasi Oktober 2025 Tertinggi dalam Lima Tahun, BPS Soroti Komoditas Pangan dan Emas Perhiasan
Foto: (Sumber: Pramuniaga melakukan siaran langsung penjualan perhiasan emas di sebuah gerai di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (3/11/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi nasional pada Oktober 2025 sebesar 0,28 persen (mtm) dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September menjadi 109,04 pada Oktober, dipicu oleh naiknya harga emas perhiasan yang menjadi penyumbang inflasi terbesar sebesar 0,21 persen. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc..)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi bulan Oktober 2025 mencapai 0,28 persen secara month-to-month (mtm), menjadikannya inflasi Oktober tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Inflasi Dipicu Komoditas Pangan dan Emas

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa secara historis, bulan Oktober cenderung mengalami inflasi sejak 2021 hingga 2025, kecuali pada 2022.

"Secara historis, pada setiap Oktober sejak 2021 hingga 2025 ini mengalami inflasi, kecuali pada Oktober 2022 yang mengalami deflasi," ungkapnya pada Senin (3/11/2025).

Inflasi Oktober 2025 sebesar 0,28 persen dipengaruhi oleh lima komoditas utama, yakni:

  • Emas perhiasan (0,21 persen)
  • Cabai merah (0,06 persen)
  • Telur ayam ras (0,04 persen)
  • Daging ayam ras (0,02 persen)
  • Wortel (0,01 persen)

Pudji menjelaskan bahwa komoditas penyumbang inflasi umumnya berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang termasuk dalam kategori komponen harga bergejolak.

"Dan berdasarkan historis, di setiap Oktober dari 2021 hingga 2025 (kecuali pada 2022), komoditas yang menyumbang inflasi umumnya merupakan komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan merupakan komoditas komponen harga bergejolak," jelasnya.

Tren Lima Tahun: Perbandingan Inflasi Oktober 2021–2024

Pada Oktober 2021, inflasi tercatat sebesar 0,12 persen mtm, disumbang oleh:

  • Cabai merah (0,05 persen)
  • Minyak goreng (0,05 persen)
  • Tarif angkutan udara (0,03 persen)
  • Daging ayam ras (0,02 persen)
  • Rokok kretek filter (0,01 persen)

Oktober 2022 menjadi satu-satunya bulan dengan deflasi dalam rentang lima tahun terakhir, yakni sebesar -0,11 persen mtm.

Meskipun demikian, beberapa komoditas tetap memberi andil inflasi, seperti:

  • Beras dan bensin (masing-masing 0,03 persen)
  • Tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek filter (masing-masing 0,01 persen)

Pada Oktober 2023, inflasi tercatat sebesar 0,17 persen mtm, dipicu oleh:

  • Beras (0,06 persen)
  • Bensin (0,04 persen)
  • Cabai rawit (0,03 persen)
  • Tarif angkutan udara (0,02 persen)
  • Cabai merah (0,01 persen)

Sedangkan Oktober 2024 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen mtm, disebabkan oleh:

  • Emas perhiasan (0,06 persen)
  • Daging ayam ras (0,04 persen)
  • Bawang merah (0,03 persen)
  • Tomat dan nasi dengan lauk (masing-masing 0,02 persen)

Dengan angka inflasi Oktober 2025 yang melampaui tahun-tahun sebelumnya, BPS akan terus memantau perkembangan harga, terutama pada komoditas pangan dan energi yang rentan berfluktuasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti